22.3 C
Samarinda
Friday, September 17, 2021

Kepala Dinas di Berau Positif COVID-19

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Seorang Kepala Dinas di Kabupaten Berau dikabarkan terkonfirmasi positif COVID-19. Kepala dinas berinisial SR (58) adalah warga Sambaliung yang diidentifikasi sebagai pasien Berau145.

Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi membenarkan informasi tersebut. SR, terang dia, sebelumnya melakukan perjalanan dari Kota Samarinda dan Balikpapan.

Namun, untuk memastikan, pihak Dinkes masih melakukan penulusuran lebih lanjut guna mencari tahu apakah SR murni seorang pelaku perjalanan atau kontak erat dari klaster yang menyebabkan transmisi lokal.

“Kepala dinas ini pulang dari perjalanan dari Kota Samarinda-Balikpapan kemudian setelah balik ke Berau yang bersangkutan pada hari Selasa, 1 September 2020, merasa sudah tidak enak badan kemudian berinisiatif melakukan swab mandiri dan barulah hari Rabu, 2 September 2020, hasilnya keluar positif COVID-19,” jelasnya.

“Ini kita telusuri lagi apakah Pak SR ini murni dari Balikpapan, atau dia ada kontak juga dengan klaster dari Gang Jeruk karena menurut penilaian kita (Dinkes Berau) klaster dari Gang Jeruk ini cepat penularannya,” sambung Iswahyudi.

“Yang jelas, beliau sedang berada di perawatan di RSUD dr. Abdul Rivai tapi saat ini kondisinya cukup baik. Tidak ada panas lagi, tapi ya untuk sementara menjalani perawatan di ruang isolasi di rumah sakit,” katanya.

Sesuai instruksi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, gedung terpadu II yang meliputi empat dinas yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (DPMPK), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Komunikasi Informatika, dan Dinas Pertanahan sejak Rabu 2 September hingga Jumat 4 September 2020 memberlakukan Work From Home (WFH) atau berkerja dari rumah.

“Nanti hari Senin baru masuk kembali, kecuali orang-orang yang kontak erat yang mungkin sama-sama dengan beliau ke Samarinda mereka harus isolasi minimal 10 hingga 14 hari sedangkan yang lainnya itu ruangan sudah disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. Insya Allah sudah tidak masalah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya.

Penulis: Sofi

Komentar

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

Komentar