22.6 C
Samarinda
Thursday, December 1, 2022

Habitat Ikan Sungai Jangan Sampai Hilang

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Pelaku usaha perikanan air sungai Mahakam di Kecamatan Kota Bangun, Azhar mengkhawatirkan, populasi perikanan ciri khas sungai mahakam akan terganggu, karena praktek penangkapan ikan yang dilarang, masih dilakukan sebagian oknum masyarakat.

“Kita prihatin, praktek penangkapan ikan dengan menggunakan strum masih terjadi, sehingga mengancam habitat ikan yang ada di Sungai Mahakam,” sebut Azhar, kepada Headlinekaltim.co.

Azhar menyarankan kepada Pemkab Kukar khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan(DKP) Kukar bisa intens lakukan pengawasan dan penindakan dari praktek penangkapan ikan yang dilarang itu.

Camat Kota Bangun, Mawardi memastikan, sumber pendapatan masyarakat Kota Bangun, masih mengandalkan sektor perikanan air mahakam, yang diolah menjadi produk ikan asin serta produk lainnya seperti krupuk Kota Bangun.

“Kita juga khawatir, jika praktek penangkapan ikan dengan strum semakin meluas, maka habitat perikanan bisa terganggu, sedangkan ikan asli sungai mahakam, jadi bahan utama pembuatan produk perikanan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DKP Kukar Muslik menyebut, sosialisasi bahaya dan ancaman penangkapan ikan dengan cara yang merusak habitat perikanan kerap dilakukan kepada masyarakat, untuk mengubah dengan cara baik yang direkomendasi.

“Kita akan terus mengedukasi masyarakat nelayan untuk menjauhi praktek yang dilarang tersebut, karena Kukar sudah terkenal sebagai lumbung perikanan yang ada di Kaltim, jika habitat perikanan terganggu, maka khawatir akan alami krisis perikanan untuk beberapa tahun kedepannya,”pungkasnya.(Adv 09/Andri)

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -