src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Balikpapan Catat Kematian Pasien COVID-19 Pertama pada 2022, Tembus 107 Kasus se-Kaltim

Balikpapan Catat Kematian Pasien COVID-19 Pertama pada 2022, Tembus 107 Kasus se-Kaltim

waktu baca 2 menit
Kamis, 3 Feb 2022 19:46 404 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Penyebaran virus COVID-19 di Kaltim mulai mengkhawatirkan. Pasalnya, setiap hari terjadi penularan dan penambahan kasus terkonfirmasi positif baru.

Bahkan hari ini, untuk pertama kalinya di tahun 2022, terjadi kasus pertama meninggal akibat COVID-19.

Per hari ini, Kamis 3 Februari 2022, data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim menyebut kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 107 kasus. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya yang hanya terjadi 54 kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

Sementara itu, pasien yang dirawat akibat COVID-19 terus bertambah. Hari ini sebanyak 87 kasus. Angka pasien dirawat ini juga bertambah dua kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya, yakni hanya 49 kasus.

Angka kesembuhan sendiri masih rendah, hari ini hanya 19 kasus. Sedang Rabu kemarin, kesembuhan hanya mencapai 5 kasus. Kabar buruknya, 1 kasus meninggal pada hari ini berasal dari Kota Balikpapan.

Kota Balikpapan masih menjadi penularan yang cukup masif. Hari ini ada sekitar 46 kasus terkonfirmasi positif COVID-19, lalu Kota Samarinda mencapai 27 kasus, Kota Bontang 10 kasus, Kabupaten Kutai Timur 8 kasus, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Paser masing-masing 5 kasus, Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu masing-masing 2 kasus, Kebupaten Berau dan Penajam Paser Utara masing-masing 1 kasus.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak membenarkan terjadinya penambahan sebanyak 107 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 hari ini di Kaltim.

“Iya benar, ada 107 kasus terkonfirmasi,” ucapnya saat dihubungi Headlinekaltim.co, Kamis 3 Februari 2022.

Disinggung mengenai jenis varian virus yang melanda Kaltim, dirinya menyebut, hingga hari ini hasil secara resmi pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 belum menunjukkan adanya varian Omicron.

“Secara resmi, hasil WGS hingga hari ini belum ada varian varian Omicron tercatat di Kaltim,” katanya.

Mengenai hasil pemeriksaan WGS pasien COVID-19 yang meninggal, lanjut Andi, pihaknya belum menerima hasil pemeriksaan WGS yang bersangkutan. Sehingga belum dapat dipastikan mengenai jenis virus.

“Yang meninggal hari ini belum ada WGS, jadi belum bisa dipastikan varian apa,” pungkasnya.

Penulis: Ningsih

 

LAINNYA
x