src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Aus Hidayat Nur Pastikan IKN Kaltim Tetap Berlanjut, Ungkap Peluang Besar Ketahanan Pangan dari Kukar

Aus Hidayat Nur Pastikan IKN Kaltim Tetap Berlanjut, Ungkap Peluang Besar Ketahanan Pangan dari Kukar

waktu baca 3 menit
Senin, 22 Jun 2026 10:39 16 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Aus Hidayat Nur, menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Kaltim tetap berjalan dan tidak pernah dihentikan. Menurutnya, masyarakat tidak perlu meragukan keberlanjutan proyek strategis nasional tersebut karena pemerintah masih terus melanjutkan pembangunan secara bertahap.

Pernyataan itu disampaikan Aus saat menghadiri kegiatan sosialisasi program pemberdayaan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang mendukung program prioritas nasional melalui kemitraan dengan Komisi II DPR RI di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Menurutnya, berbagai isu yang menyebut pembangunan IKN Kaltim berhenti tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia memastikan proyek tersebut masih berlangsung dan akan terus diselesaikan sesuai tahapan yang telah direncanakan”Siapa bilang IKN, stop pembangunannya, itu berjalan terus pembangunannya,” terang Aus di hadapan perwakilan organisasi masyarakat di Kukar.

Aus mengungkapkan, progres pembangunan IKN Kaltim saat ini telah mencapai sekitar 70 hingga 80 persen. Sejumlah infrastruktur utama telah berdiri, sementara pembangunan kompleks gedung DPR RI ditargetkan selesai pada 2028 mendatang.

Ia juga mengingatkan bahwa kehadiran IKN Kaltim akan membawa konsekuensi berupa meningkatnya jumlah penduduk akibat arus urbanisasi yang semakin besar. Kondisi itu akan berdampak langsung terhadap kebutuhan pangan di Kalimantan Timur. “Dan itu pastinya, membutuhkan pangan dalam jumlah yang besar,” ujarnya.

Selama ini, sekitar separuh kebutuhan pangan di Kalimantan Timur dipasok dari Kabupaten Kutai Kartanegara. Daerah tersebut dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama dengan luas lahan pertanian mencapai sekitar 33 ribu hektare.

Aus menilai, peluang yang hadir bersama pembangunan IKN Kaltim harus dimanfaatkan secara maksimal. Jika tidak diantisipasi dengan baik, kebutuhan pangan ibu kota baru justru dapat dipenuhi oleh daerah lain. “Jika Kaltim tidak mengantisipasi kebutuhan pangan IKN, maka jangan heran nantinya akan diambil peluangnya oleh Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Untuk memperkuat ketahanan pangan dalam mendukung IKN Kaltim, Aus mendorong sejumlah langkah strategis. Di antaranya memperbanyak petani milenial, melakukan peremajaan alat pertanian yang telah berusia puluhan tahun, serta membangun kerja sama antara kelompok tani dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui pembentukan korporasi petani.

Selain itu, ia mengapresiasi langkah masyarakat Kukar yang telah memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam. “Saya kagumi, di Kukar sudah mencapai ribuan rumah tangga yang memanfaatkan halaman rumahnya untuk bertani,” katanya.

Aus juga menilai pentingnya pemetaan desa-desa yang memiliki potensi unggulan di sektor pertanian serta memperkuat sinergi berbagai lembaga dalam mendukung posisi Kalimantan Timur sebagai lumbung pangan bagi IKN Kaltim.

Tak hanya pemerintah, organisasi kemasyarakatan juga dinilai dapat mengambil peran dalam memperkuat ketahanan pangan. “Ormas juga bisa sukseskan program ketahanan pangan,” tuturnya.

Direktur Politik Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri, Akbar Ali, mengatakan organisasi kemasyarakatan tidak hanya berperan dalam bidang politik, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak di sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat.

Ia mencontohkan sejumlah organisasi masyarakat di Kota Batu, Malang, yang berhasil mengembangkan sektor pertanian secara luas hingga mendapat perhatian dari berbagai negara. “Ormas di Kota Batu Malang, konsentrasi pengembangan pertanian dalam arti luas, sukses hingga diundang berbagai negara guna berbagi ilmu pertanian,” jelasnya.

Menurut Akbar, keterbatasan jangkauan pemerintah dalam melayani masyarakat membuat keberadaan organisasi kemasyarakatan menjadi sangat penting. Peran ormas dapat membantu berbagai program pemerintah, mulai dari sosialisasi pencegahan stunting hingga penyaluran bantuan sosial.”Kalau penyaluran bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan, ormas pasti mau membantu mensukseskannya,” pungkasnya. (Andri)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x