src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Ecocraft Journaling, Kelas Kreatif Menulis Refleksi dan Resolusi Memanfaatkan Bahan Alami

Ecocraft Journaling, Kelas Kreatif Menulis Refleksi dan Resolusi Memanfaatkan Bahan Alami

3 minutes reading
Monday, 19 Jan 2026 19:30 76 huldi amal

MENULIS di buku jurnal atau journaling kini digemari. Bukan hanya anak muda saja yang tertarik, melainkan para ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Berau. Belum lama ini, Bumi Lumi berkolaborasi dengan Lingkar Teduh Perempuan (LENTERA) melaksanakan Ecocraft Journaling pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Ecocraft journaling adalah metode kepenulisan yang memadukan kreativitas dan kesadaran lingkungan. Memanfaatkan kertas daur ulang hingga bahan alami seperti stiker dari daun dan bunga kering yang tersebar di atas meja peserta. Workshop ini bertujuan agar peserta peduli terhadap lingkungan, berekspresi dan mengeksplorasi kreativitas mereka.

Kelas santai tentang refleksi dan resolusi ini dipandu oleh Nur Hidayah dan Riska Mey Liana. Adapun materi yang disampaikan yakni, menulis resolusi awal tahun, membuat jurnal, menghiasnya agar terlihat menarik, serta sharing dan refleksi.

Journaling dapat membantu, mengelola emosi, meningkatkan kesadaran diri, mendukung kesehatan mental, memperbaiki suasana hati serta meningkatkan kreativitas. Selain mendapatkan ilmu dari sisi psikologis, kelas journaling yang dikemas dengan santai ini juga mendorong peserta untuk mengkreasikan buku jurnalnya masing-masing, menulis tentang resolusi, target kecil dan langkah konsisten agar tahun 2026 lebih bermakna.

Suasana menjadi semakin hangat saat beberapa peserta mulai membuka diri dan berbagi pengalaman. Kerap kali terdengar suara canda tawa saat sesi membuat journaling berlangsung. Peserta merasa lebih santai, lebih fokus, lebih terhubung dengan pikiran dan perasaan mereka sendiri. Workshop  ini bukan hanya tentang menulis, tapi juga tentang membangun koneksi dengan diri sendiri dan orang lain.

Konselor Keluarga Puspaga Berau, Nur Hidayah menyampaikan, pada dasarnya journaling adalah kegiatan menulis secara rutin. Hal yang ditulis kalau dari sisi psikologi bisa pikiran, perasaan, tujuan hingga perencanaan (planning). Journaling itu banyak manfaatnya, bahkan hal yang paling dasar diajarkan dalam terapi. Salah satunya adalah journaling.

“Makanya kalau di ruang konseling saya tidak ada yang ngobrol saja, ada kertas dan pulpen disediakan karena pikiran dan perasaan manusia itu liar, maka coba untuk dituliskan,” jelasnya.

Praktisi Parenting ini mengatakan, penting sekali melacak dan mengorganisir tujuan agar jangan sampai perencanaan yang dibuat itu FOMO saja. Menurutnya, salah satu kegagalan dalam resolusi adalah karena bukan menyuarakan potensi dalam diri sendiri. “Bukan resolusinya yang terlalu berat tapi rencananya yang tidak detail. Kita geser dari angan-angan jadi langkah kecil yang nyata dan konkret,” tuturnya.

Nur memaparkan bahwa resolusi gagal itu karena fokus ke hasilnya bukan habit atau kebiasaan yang dibentuk. Jadi, perlu dijadwalkan, rutinkan, konsistenkan dan pertahanan yang sudah konsisten. “Penting banget kita itu self-awareness atau kemampuan untuk memahami diri sendiri,” ucapnya.

Penggagas Bumi Lumi, Arlisa Febriani menjelaskan, Bumi Lumi ini sebagai ruang edukasi dan berkarya untuk siapa saja. Mengingat dirinya berlatar belakang teknik lingkungan, jadi muatan edukasinya lebih banyak tentang lingkungan. “Saya juga pengen ini jadi tempat buat siapa saja yang ingin membuat kegiatan. Kalau ada yang mau kolaborasi, ayo,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, kegiatan ini bekerja sama dengan LENTERA karena Nur Hidayah ini berlatar belakang psikologi sehingga pihaknya ingin menggelar kegiatan untuk belajar membuat resolusi sambil journaling. Selain itu, mengajak Riska Mey Liana yang juga aktif mengisi kelas journaling di Berau.

Bumi Lumi terbilang masih baru, yakni Desember 2025. Ecocraft journaling merupakan kegiatan yang keempat. Sebelumnya, pihaknya sudah membuat kertas daur ulang, kelas ceria tentang cerita Orang Utan dan membuat karya, serta regulasi emosi untuk anak-anak.

“Bumi Lumi juga berfokus kepada literasi, ada perpustakaan mini dan ruang berkarya. Harapannya jadi semakin banyak buku dan orang yang datang untuk baca buku, diskusi dan berkarya,”

Arlisa mengaku, antusias peserta ecocraft journaling ini di luar ekspektasinya. Pnserta yang hadir sebanyak 17 orang, rata-rata merupakan ibu-ibu. “Ternyata seru juga yah, ketika dikasih tema kegiatan seperti ini jiwa muda mereka keluar semua,” pungkasnya. (Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x