34 C
Samarinda
Friday, September 24, 2021

Astaga! ASN Berkomplot Palsukan Dokumen Tes PCR dan Vaksinasi

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Polresta Samarinda berhasil menangkap sembilan pelaku pemalsuan surat PCR dan vaksin palsu. Mereka telah ditetapkan menjadi tersangka  yaitu Hoiriyeh, M Holik, Hosein, Thoriq, Herdy Saputra, Yudi Adi Irawan, Hamran, Rulian Wardana, dan Sugeng Raharjo. Serta satu orang yang bernama Rizal masih dalam pengejaran (DPO).

Dalam konfresi persnya, Wakapolresta Samarinda AKBP Eko Budiarto mengatakan pengungkapan sindikat pemalsuan surat hasil tes Covid-19 dengan metode PCR, serta surat keterangan vaksinasi, berawal dari adanya laporan dari petugas Bandara APT Pranoto yang menemukan surat PCR dan sertifikat vaksin palsu.

Namun, pada saat memeriksa surat PCR dan dokumen vaksin dari wanita bernama Hoiriyeh ternyata tidak terdaftar di aplikasi atau diduga palsu.

Kemudian, pihak bandara langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Polresta Samarinda. “Pihak bandara langsung melaporkan kejadian kami, dan kami langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkap AKBP Eko Budiarto, Rabu (4 Agustus 2021.

Eko menjelaskan, tersangka Hamean mendapatkan hasil tes swab dengan cara memesan surat PCR dari salah satu pelaku bernama Rizal yang saat masih dalam pencarian (DPO) sebanyak 8  lembar. Dengan total keuntungan yang didapat sebesar Rp. 2.400.000.

Kemudian untuk pemalsuan surat vaksin, Sugeng Raharjo yang merupakan PNS di salah satu Puskesmas mengambil 1 lembar dari meja petugas dan menggandakan sebanyak 40 lembar. Total keuntungan yang didapatkan oleh Sugeng sebesar Rp. 2.175.000

“Setelah mendapatkan format PCR dan Vaksin, mereka ini langsung menggandakan. Kalau untuk surat vaksin itu mereka jual dengan harga Rp. 200.000 per lembar. Untuk surat PCR dijual dengan harga Rp. 800.000 per lembar,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, kesembilan pelaku dijerat dengan pasal 263 ayat 1,2 sub pasal 266 Ayat 1,2 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Penulis: Riski

Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

Komentar