src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Wali Kota Andi Harun membeberkan penanganan pandemi dan pemberlakuan PPKM level 4. (ningsih/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Banyaknya keluhan masyarakat sebagai dampak dari pandemi COVID-19 yang tak terkendali di Samarinda hingga mengganggu segala sektor kehidupan membuat Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta maaf.
“Saya sampaikan pada masyarakat Samarinda permohonan maaf sebesar-besarnya jika ada kekurangan, kekhilafan kami semua di jajaran Pemkot Samarinda selama dalam penanganan COVID di Samarinda,” katanya saat menggelar konferensi pers terkait instruksinya menetapkan PPKM level 4 di Samarinda yang dilakukan secara luring dan daring, Senin sore 26 Juli 2021.
Pemkot, kata dia, harus berbuat yang terbaik, tapi harus jujur sampaikan kondisi dan kemampuan. “Namun, di balik permohonan maaf ini, kami tidak akan berhenti dan akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat,” ucapnya.
Mantan legislator Karang Paci ini mengakui masih banyak kelemahan dalam upaya untuk menanggulangi pandemi COVID-19 yang dampaknya semakin meluas di Kota Samarinda.
“Permohonan maaf ini juga kami sampaikan karena kita masuk di level 4. Kita berhasil lolos di tahap pertama, tapi rupanya kebijakan nasional berbeda. Saya pastikan kita akan optimalkan dan kehati-hatian untuk penanganan COVID-19 agar mempercepat landainya kasus,” bebernya.
“Kami sudah berupaya maksimal. Untuk itu kami mengimbau pada warga, walaupun kita masuk level 4, hindari kepanikan. Kegiatan kita tetap berlangsung seperti layaknya sebelum keadaan PPKM level 4. Jika kita bersatu, kita pasti kuat. Insyaallah tidak ada hal yang tidak bisa kita lakukan kalau kita kompak. Mari kita bersinergi, pemerintah, TNI-POLRI, seluruh lapisan masyarakat,” seru Andi Harun.
Dikatakannya, Pemkot Samarinda juga telah membentuk tim-tim untuk melaksanakan penanganan COVID-19. Termasuk juga melakukan program bantuan sosial dengan bekerjasama beberapa pihak, diantaranya Bulog dan Perbankan.
Dia juga mengatakan telah memerintahkan lurah untuk melakukan pendataan door to door pada seluruh masyarakat Samarinda yang tengah melakukan isolasi mandiri untuk didata. Nantinya, akan diberikan bantuan. Baik sembako, obat-obatan hingga vitamin.
Sampai hari ini, pemkot menyalurkan bantuan 23.347 paket beras bagi PKH dan bantuan tunai yang disalurkan melalui pos beras dari bantuan pemerintah pusat.
“Untuk bantuan pada PPKM level 4, kami akan memberikan bantuan sembako, obat-obatan dan vitamin. Kami sadar terbatas, tapi tidak boleh membuat kami tidak melakukan sesuatu. Sebagai pimpinan, Wali Kota tidak boleh mengeluh dalam situasi ini, walaupun APBD terdampak, tapi inovasi, komitmen, empati dari Pemkot terus menerus akan kita tunjukkan pada masyarakat,” ujarnya.
Disinggung mengenai penerima bansos hanya golongan pasien Isoman dan PKH, Andi Harun mengakui pihaknya memiliki keterbatasan anggaran.
“Opsi pilihan ini tidak mudah. Kalau ditanya keinginan, tentu saya ingin semua masyarakat Samarinda dapat bantuan. Tapi kekuatan APBD kita terdampak, sehingga kami memilih opsi prioritas. Pertama bantuan kesehatan pasien yang mengalami perawatan di rumah sakit, lalu bantuan obat-obatan dan vitamin yang Isoman, termasuk bantuan beras. Tapi jika ada biaya yang terus menerus ada, kami akan memperluas daya jangkau tersebut kepada warga yang terdampak,” tutupnya.
Penulis : Ningsih
Editor: MH Amal