src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Aliansi Ormawa Politani Gelar Aksi Tolak Kekerasan di dunia Pendidikan, (MSD).HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Aliansi Ormawa Politani Menggugat menggelar aksi damai bertajuk “Tolak Kekerasan di Kampus” sebagai bentuk respons atas insiden kekerasan fisik yang terjadi di lingkungan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani). Aksi yang berlangsung di depan Gedung Direktorat Politani Samarinda, Kamis 17 April 2025.
Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan memadati lokasi aksi. Mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan kecaman terhadap segala bentuk kekerasan dalam dunia pendidikan, serta tuntutan atas keadilan bagi korban.
Samsul, selaku Koordinator Lapangan Aksi, menyatakan bahwa gerakan ini lahir dari keresahan kolektif mahasiswa terhadap iklim kekerasan yang mulai mencederai dunia akademik.
“Kami datang membawa suara keadilan, bukan amarah. Kami ingin kampus menjadi ruang aman, bukan ruang intimidasi. Hari ini bukan akhir, tapi awal dari pengawalan yang lebih serius,” tegas Samsul.
Pertemuan antara mahasiswa dan pimpinan kampus menghasilkan tiga poin kesepakatan utama, yakni:
1. Penanganan kasus dilakukan oleh Satgas PPKS Kampus Politani Samarinda.
2. Proses penanganan akan berjalan transparan dan melibatkan mahasiswa dalam pengawasan.
3. Evaluasi sistem pengawasan terhadap tenaga pengajar akan segera dilakukan untuk mencegah kasus serupa.
Sementara itu, Direktur Politani Samarinda, Dr. Hamka yang turun langsung menemui perwakilan massa aksi, menegaskan komitmen institusinya dalam menyikapi kasus kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh seorang tenaga pengajar ASN terhadap dua mahasiswa berinisial IA dan M pada 16 April 2025.
“Saya antikekerasan. Kampus adalah tempat untuk menimba ilmu, bukan ruang kekerasan. Kami akan memastikan proses penyelesaian kasus ini berjalan sesuai aturan yang berlaku dan mengedepankan keadilan bagi semua pihak,” tegas Hamka di hadapan perwakilan mahasiswa.
Aksi solidaritas ini ditutup secara damai setelah tercapainya kesepakatan. Mahasiswa kembali ke ruang kuliah dengan semangat baru, sembari membawa harapan bahwa kampus akan menjadi tempat yang lebih aman, manusiawi, dan berkeadilan.
Aliansi Ormawa Politani Menggugat memastikan akan terus mengawal jalannya proses penyelesaian kasus ini secara independen. Bila ditemukan indikasi pengabaian terhadap kesepakatan yang telah dicapai, aliansi siap melakukan aksi lanjutan sebagai bentuk tanggung jawab moral. (MSD)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim