24 C
Samarinda
Sunday, May 22, 2022

Ada yang Mengungsi, 340 KK di Palaran Kembali ‘Maklumi’ Banjir

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pascahujan deras yang mengguyur sejak kemarin hingga Rabu 9 September 2020 pagi, sedikitnya 50 unit bangunan, 85 rumah warga terendam banjir di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Kaltim.

“Curah hujan tinggi sejak kemarin sore, air cepat naik. Dari data kami, sedikitnya 50 bangunan dan fasilitas umum terendam. 85 rumah juga tergenang air dengan jumlah kepala keluarga yang terdampak sebanyak 340 KK,” ucap Kepala BPBD Wilayah Palaran-Samarinda Sujian pada Headlinekaltim.co, Rabu 9 September 2020.

Salah satu masjid tertua di Palaran, Masjid Al-Hidayah terendam banjir setinggi hampir 80 centimeter.

Sujian menjelaskan, sejak Selasa 8 September 2020 sekira pukul 21.30 WITA, genangan air setinggi 40 hingga 60 Cm yang terjadi di Jalan Gotong Royong RT 18, Kelurahan Handil Bakti dan Jalan Solo 1 RT. 18, Kelurahan Simpang Pasir.

“Akibat hujan deras, 2 RT yang terparah mengalami banjir. Air sendiri sebenarnya sudah mulai naik sejak pukul 16.30 WITA, air semakin tinggi sejak malam hingga pagi ini,” kata dia lagi.

Ia menduga, banjir yang terjadi saat ini karena disebabkan drainase menyempit, diperparah dengan tingginya curah hujan di wilayah Palaran.

Menurutnya, kemungkinan banjir masih bertambah tinggi mengingat sampai saat ini Palaran masih diguyur hujan lebat.

Banjir terjadi saat ini adalah yang terparah di Kelurahan Simpang Pasir. Bahkan, salah satu Masjid tertua di Palaran, Masjid Al-Hidayah yang berada persis di pinggir jalan poros Jalan Solo Blok B Simpang Pasir kondisinya menyedihkan.

Kondisi di dalam masjid al-Hidayah.

Sejak sore kemarin, banjir merendam seluruh bagian masjid yang dibangun sejak tahun ’80-an ini. Ketinggian air bahkan mencapai 80 centimeter di dalam masjid.

“Sejak kemarin sore sudah tidak bisa digunakan untuk salat lagi karena air tinggi, sampai di atas lutut. Peralatan salat pun ikut terendam,” kata Sahid Darmadi, Ketua Pengurus Masjid Al-Hidayah.

Sementara itu, seorang warga, Sumian (65) warga RT 18 Simpang Pasir mengaku terpaksa mengungsi ke rumah seorang kawannya setelah rumahnya terendam.

“Malam saya ngungsi ke rumah teman, pagi baru pulang untuk jaga-jaga karena ada barang di rumah. Di dalam rumah saya tinggi air sampai 80 centimeter, belum surut. Lah ini sudah hujan deras lagi, bagaimana,” kata kakek yang tinggal bersama cucunya ini.

BPBD Wilayah Palaran-Samarinda Seberang bersama dengan Tim PMI Palaran, Babinsa dan RT setempat terus memantau kondisi banjir di wilayah tersebut.

Pantauan Headlinekaltim.co di lapangan, banjir masih menggenang di sejumlah wilayah Kelurahan Simpang Pasir. Tidak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas umum seperti tempat ibadah juga terendam banjir.

Selain itu, belasan hektare sawah dan kebun milik warga yang hampir masuk masa panen, ikut terendam. Hingga berita ini dibuat, hujan deras masih mengguyur Palaran dan sekitarnya.

Penulis : Ningsih

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU