src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Trasnportasi Air di Mahulu Terhambat Akibat Sungai Dangkal Musim Kemarau (Foto: RRI Long Bagun)HEADLINEKALTIM.CO, UJOH BILANG – Harga sembako Mahakam Ulu mengalami lonjakan drastis dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini dipicu oleh musim kemarau panjang yang menyebabkan Sungai Mahakam mengalami penyusutan ekstrem dan pendangkalan, sehingga jalur utama distribusi logistik melalui sungai nyaris lumpuh.
Di wilayah pedalaman Kalimantan Timur, sungai bukan sekadar pembatas geografis, tapi juga nadi utama pergerakan barang dan kebutuhan hidup. Ketika air surut dan perahu pengangkut tak mampu melintas, dampaknya langsung terasa di dapur-dapur warga, khususnya di wilayah hulu seperti Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai.
Dua kecamatan ini saat ini berada dalam situasi nyaris terisolasi. Pasokan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula semakin langka, sementara harga melonjak tajam karena tidak ada distribusi memadai yang bisa masuk ke wilayah tersebut.
“Beras 25 kilogram di sini mencapai 1,2 juta rupiah per karung. Sedangkan gas elpiji melon yang biasanya subsidi untuk masyarakat, saat ini dikisaran 300 ribu rupiah per tabung,” ujar Husaeni, Kepala Desa Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, Selasa (30/7/2025), dikutip dari RRI.co.id.
Kondisi ini menciptakan keresahan di masyarakat. Kekosongan stok di kios-kios warga kian memperparah keadaan. Kegiatan ekonomi pun terhambat karena barang dagangan terbatas dan daya beli warga menurun drastis akibat harga sembako Mahakam Ulu yang tak masuk akal.
Desa Tiong Ohang adalah salah satu yang terdampak paling parah. Hampir seluruh bahan pokok di desa tersebut menghilang dari peredaran. Warga hanya bisa berharap pasokan segera masuk sebelum kondisi ini berkembang menjadi krisis pangan yang lebih serius.
Melihat situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu tak tinggal diam. Opsi distribusi melalui jalur udara kini sedang digodok sebagai solusi cepat. Bantuan logistik direncanakan akan dikirim dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggunakan helikopter milik pemprov.
Pemkab juga telah menetapkan status siaga bencana hingga 3 Agustus mendatang. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses penyaluran bantuan serta membuka akses komunikasi dengan wilayah yang terisolasi.
Artikel Asli baca di rri.co.id
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya