src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Tersangka pemukulan terhadap pengemudi Ojol saat dihadirkan di depan wartawan. (msd/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian atas kasus pemukulan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol). Insiden tersebut terjadi pada Senin 28 Juli 2025 malam sekitar pukul 22.45 WITA, di kawasan Jalan Gunung Merbabu, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu.
Tersangka berinisial AA (47) diduga melakukan pemukulan setelah terjadi keributan antara korban dan anak tersangka yang diketahui bekerja sebagai juru parkir di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, AKP Dicky Anggi Pranata, mengonfirmasi bahwa AA dibekuk oleh tim gabungan dari Polsek Samarinda Ulu dan Satreskrim Polresta Samarinda. “AA merupakan ayah dari jukir yang sempat terlibat adu mulut dengan korban. Saat menyaksikan pertengkaran itu, pelaku langsung mendekat dan memukul pengemudi ojol,” ungkapnya.
Penganiayaan bermula saat korban diminta membayar uang parkir. Permintaan tersebut memicu perselisihan yang kemudian berujung pada tindakan kekerasan oleh AA. Pihak kepolisian menyatakan tengah menyelidiki identitas individu dalam video penganiayaan yang beredar di media sosial terlihat membawa senjata tajam di lokasi yang sama. Meski belum terbukti terkait langsung dengan kasus pemukulan.
“Keberadaan senjata tajam di tempat umum merupakan pelanggaran, dan tetap akan kami proses sesuai hukum,” ungkapnya.
Kepada wartawan, AA mengaku aksi pemukulan yang dilakukannya terjadi secara spontan karena merasa perlu melindungi anaknya dari kemungkinan diserang lebih dulu. “Refleks saja karena saya pikir anak saya bisa disakiti. Jadi saya ambil tindakan duluan. Cuma satu kali pukul, anak saya juga enggak ikut mukul. Enggak ada niat bikin gaduh,” jelasnya. (msd)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya