src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Ada 9 Kasus Kematian COVID-19, Isran Sebut 4 Hari Tidak Keluar Rumah Gara-Gara Terpapar

Ada 9 Kasus Kematian COVID-19, Isran Sebut 4 Hari Tidak Keluar Rumah Gara-Gara Terpapar

waktu baca 2 menit
Sabtu, 26 Feb 2022 20:46 254 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kasus kematian akibat COVID-19 di Kaltim selama sepekan sudah mencapai 31 kasus. Hal ini perlu diwaspadai oleh masyarakat Benua Etam karena penambahan kasus kematian masih akan terjadi mengingat kasus terkonfirmasi harian positif COVID-19 masih tinggi. Rata-rata masih di atas 2 ribu kasus per hari.

Sementara, kasus kesembuhan mulai bertambah sejak 2 hari terakhir, yakni sudah di atas angka 1.000 kasus per hari. Kendati demikian, kasus pasien dirawat juga masih tinggi.

Berdasarkan data infografis COVID-19 yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim pada hari ini, Sabtu 26 Februari 2021, kematian terjadi sebanyak 9 kasus. Ini kasus terbanyak dalam sebulan terakhir.

Kasus ematian COVID-19 terjadi di Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Paser masing-masing 2 pasien. Sedangkan di Samarinda, Berau, Kutai Barat masing-masing 1 kasus.

Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 hari ini dilaporkan sebanyak 2.102 kasus. Kasus sembuh 1.452 kasus dan pasien dirawat sebanyak 641 kasus.

Gubernur Kaltim Isran Noor menyebut, walaupun secara infografis COVID-19 Kaltim mengalami penurunan kasus sejak 3 hari terakhir, dia mengingatkan seluruh masyarakat Kaltim untuk terus melaksanakan protokol kesehatan.

“Kita bersyukur Kaltim sejak 3 hari ini menurun-menurun terus, sama dengan DKI. Kecuali Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali masih stabil. Penting protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Yang kena maupun yang tidak kena tetap pakai “jilbab” (masker, Red), supaya aman,” pesannya saat memberikan sambutan di acara Musyawarah Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Kaltim, di Hotel Grand Senyiur Samarinda, Sabtu 26 Februari 2022.

Dikatakan mantan Bupati Kutai Timur ini, masyarakat Kaltim tidak semua yang benar-benar sadar untuk menjalankan protokol kesehatan. “Di Kaltim ini ada juga yang setengah patuh, ada yang tidak patuh, tapi yang patuh banyak. Jaga kesehatan kita,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kaltim ini juga menceritakan pengalamannya sebagai seorang penyitas COVID-19. “Saya baru saja penyintas, biar saja, tidak apa-apa. Saya kena COVID selama 4 hari, tidak bisa keluar. Bukan sakitnya, sakit hati karena tidak bisa keluar rumah. Itu yang bikin stres. Sakitnya hanya meriang saja karena saya sudah bersahabat dengan korona, jadi tidak ada serangan-serangan. Jagalah kesehatan kita agar kita tetap segar bugar,” pesannya.

Penulis: Ningsih

Editor: MH Amal

LAINNYA
x