src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Karbon Monoksida dari Water Heater Bisa Menyebabkan Keracunan, Ini Penjelasanya

Karbon Monoksida dari Water Heater Bisa Menyebabkan Keracunan, Ini Penjelasanya

2 minutes reading
Monday, 13 Oct 2025 10:59 1075 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Masyarakat kembali dihebohkan oleh kasus tragis di penginapan glamping Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Sepasang suami istri ditemukan tidak sadarkan diri di dalam kamar mandi. Diduga, keduanya mengalami keracunan karbon monoksida, gas beracun yang dihasilkan dari water heater berbahan bakar gas. Insiden ini menjadi pengingat akan bahaya karbon monoksida di ruang tertutup yang kerap tidak disadari masyarakat.

Dilansir dari RRI, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis (9/10/2025). Korban perempuan bernama Cindy (28) ditemukan dalam kondisi kritis dan sempat mendapatkan pertolongan di puskesmas, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara sang suami, Gilang (28), masih bernapas lemah dan kini dirawat intensif di Semen Padang Hospital.

Keluarga korban menduga sumber gas beracun berasal dari perangkat water heater yang menggunakan bahan bakar gas. Di lokasi kejadian, polisi menemukan tabung gas 12 kilogram di bawah kloset tanpa ventilasi udara. Kondisi kamar mandi yang tertutup rapat dan minim sirkulasi udara memperkuat dugaan terjadinya akumulasi karbon monoksida di ruangan tersebut.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian itu. Dugaan sementara, kebocoran gas terjadi akibat proses pembakaran yang tidak sempurna, sehingga menghasilkan karbon monoksida dalam jumlah berbahaya.

Karbon monoksida (CO) merupakan gas beracun yang tidak berbau dan tidak berwarna, sehingga sulit terdeteksi. Gas ini dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar, seperti gas elpiji atau minyak tanah. Jika ventilasi tidak memadai, karbon monoksida dapat menumpuk di dalam ruangan dan menurunkan kadar oksigen.

Gas ini sangat berbahaya karena dapat mengikat hemoglobin dalam darah, menggantikan oksigen yang seharusnya dialirkan ke otak dan jantung. Akibatnya, organ vital kekurangan suplai oksigen dan bisa berujung pada kematian mendadak tanpa gejala awal yang jelas.

Ventilasi yang buruk menjadi faktor utama akumulasi gas beracun di ruangan tertutup. Selain itu, kesalahan pemasangan perangkat atau kerusakan pada pipa gas juga meningkatkan risiko kebocoran. Dalam ruang tertutup, bahkan kebocoran kecil dapat mematikan dalam waktu singkat.

Para ahli keselamatan mengingatkan bahwa instalasi water heater berbahan bakar gas harus mengikuti standar keamanan industri, termasuk ketersediaan ventilasi yang baik dan pemeriksaan rutin terhadap alat serta pipa gas.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x