src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Rapat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Berau. Foto: Riska.
HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengelar rapat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Berau untuk membahas terkait penyeberangan alternatif selama penutupan jembatan Sambaliung berlangsung.
Wakil Bupati Berau, Gamalis menyampaikan, Beberapa saran dan masukan dari unsur Forkopimda yang hadir menjadi bahan evaluasi kedepannya, agar perbaikan jembatan Sambaliung dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Dikatakan, berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan pihaknya kemarin. Membeludaknya kendaraan yang ingin menyeberang membuat antrean maupun kemacetan terjadi di dermaga penyeberangan.
Hal ini disebabkan kurangnya armada transportasi di titik penyeberangan alternatif.
Dalam rapat disampaikan, Pemkab Berau mengusulkan penambahan satu LCT untuk mengangkut kendaraan roda dua.
“Untuk LCT kayu memang agak lambat dengan banyaknya kendaraan, untuk itu kita mengusulkan penambahan paling tidak satu LCT yang dapat menampung 50 pengendara roda dua,” jelasnya pada Senin, 5 Juni 2023.
Selain itu, untuk mengantisipasi terkait dengan penyeberangan alternatif tersebut. Pemkab Berau akan menyiapkan lima unit speedboat untuk mengangkut masyarakat.
“Dan beberapa sudah menyetorkan alat transportasi speedboat-nya seperti dari BPBD, Satpol PP, TNI, Parawisata, Perikanan. Untuk jam waktunya akan disesuaikan, karena malam hari itu rawan. Jadi, tetap ada jadwal-jadwal waktu yang disesuaikan nanti,” tuturnya.
Dikatakan, beberapa perusahaan juga sudah diimbau dan disurati agar tidak menggunakan penyeberangan alternatif. Jadi, pihak perusahaan menyetujui dan akan membuat jalur penyeberangan sendiri sehingga hal ini dapat mengurangi antrean di dermaga penyeberangan.
“dengan memberikan regulasi untuk pihak perusahaan hingga sub kontraktor untuk tidak melewati jalur alternatif warga,” ungkapnya.
Seperti yang disampaikan Waka Polres Berau, Gamalis mengatakan, akan melakukan pertemuan-pertemuan secara intensif untuk unsur Forkopimda Berau. Pihaknya akan mengevaluasi terus, jadi setiap ada kekurangan akan berkoordinasi kepada pihak-pihak terkait.
“Kita menyiapkan fasilitas penyeberangan sekaligus keamanan, kita melihat jalur dan waktu juga seperti malam hari, karena kerawanan dari sisi arus sungai dan motorisnya juga tidak mampu jika bekerja selama 24 jam. Jadi mereka beroperasi dari jam 4 subuh sampai jam 12 malam, terkecuali sifatnya emergency,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Riska