src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Damayanti (foto: Riski/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Hujan deras yang beberapa hari ini mengguyur Samarinda mengakibatkan banjir di beberapa titik.
Bahkan dari data yang dihimpun, ratusan kepala keluarga (KK) menjadi korban banjir. Dan kali ini, banjir besar atau terparah terjadi, di Jalan M Said, Lok Bahu, kecamatan Sungai Kunjang.
“Saya turut berbela sungkawa atas musibah banjir dan longsor yg terjadi,” ujar Anggota komisi IV DPRD Samarinda, Damayanti saat dikonfirmasi headlinekaltim.co melalui sambungan seluler. Minggu 4 Juli 2021.
Damayanti menjelaskan bahwa pemerintah harus melakukan pemetaan wilayah titik rawan bencana di Samarinda guna menghindari korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor.
“Pemerintah harus segera melakukan pemetaan daerah yang rawan banjir maupun longsor, mengantisipasi dini pada wilayah tersebut, apa lagi saat ini ada titik – titik banjir baru dan longsor di kota Samarinda,” jelasnya.

Kendati demikian, politisi dari fraksi PKB tersebut berharap agar masyarakat yang terkena dampak banjir dan tanah longsor diberi kesabaran dan keikhlasan.
“Kita nggak tahu musibah itu kapan datang, Jadi untuk warga yang terkena banjir semoga bisa bersabar,” pungkasnya.
Banjir terjadi di Jl M Said Lok Bahu, terjadi pada Sabtu 3 Juli 2021 lalu. Tercatat 1.912 jiwa dari 478 KK terdampak musibah tersebut. Warga sempat mengeluh selama dua hari banjir tak memperoleh bantuan.
Bencana banjir di daerah tersebut baru pertama dan tak diperkirakan. Selama ini, ketinggian banjir hanya sebatas mata kaki. (adv)
Penulis: Riski