src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar) telah memulangkan seorang lansia terlantar berusia 70 tahun ke daerah asalnya, Tanjung, Kalimantan Selatan (Kalsel). Kakek tersebut sempat berhari-hari berada di Tenggarong tanpa kejelasan setelah dijanjikan pekerjaan membersihkan ikan.
“Sudah kita pulangkan kakek tersebut,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial Penanganan Warga Korban Tindak Kekerasan Dinsos Kukar, Sunarko, Sabtu (10/10/2026).
Sunarko menceritakan kronologi kasus tersebut. Ia menerima laporan bahwa seorang kakek tinggal di gudang bangunan di sebelah masjid Taman Eks PU Kukar. Karena merasa kasihan melihat kakek itu sendirian dengan membawa banyak barang, kakek tersebut akhirnya dibawa ke Dinsos.
Setelah tiba di Dinsos, petugas menelusuri penyebab kakek tersebut terlantar di Tenggarong. Kakek itu mengaku mendapat informasi dari temannya di kampung bahwa adik ipar sang teman membutuhkan pekerja untuk membersihkan sisik ikan. Namun, informasi yang diterima kakek tersebut tidak jelas.
“Temannya cuma bilang, silakan datangi adik ipar saya di musala Tenggarong,” ucapnya.
Menurut Sunarko, hal itu menjadi persoalan karena nama musala dan lokasinya tidak jelas, sedangkan Tenggarong sangat luas. Kakek tersebut sempat diinapkan di Loka Bina Karya (LBK) milik Dinsos di Timbau. Saat didalami lebih lanjut, kakek itu ternyata memiliki catatan nomor ponsel cucunya.
“Saat kita hubungi, cucunya siap menampung kakeknya yang terlantar di Tenggarong,” sebut Sunarko.
Sunarko menambahkan, hal yang paling mengesankan adalah kakek tersebut merasa senang selama ditangani Dinsos di Tenggarong. Ia bahkan berkeinginan kembali ke Tenggarong jika memiliki uang lebih.
“Kami sarankan, jangan lagi ke Tenggarong,” jelasnya.
Dinsos juga akan memulangkan satu keluarga di Tenggarong ke Kecamatan Segah, Kabupaten Berau. Keluarga tersebut dinilai terlantar karena kepala keluarganya sedang menjalani hukuman penjara selama 11 tahun sehingga sumber ekonomi keluarga mulai goyah.
Istrinya merupakan penyandang disabilitas bisu dan tuli. Ia tinggal bersama tiga anaknya yang masih duduk di bangku SMA, SMP, dan SD. Dinsos akan memulangkan keluarga tersebut setelah ujian semester anak-anaknya selesai.
“Kita hubungi kakaknya di Berau, dan siap menampung adiknya serta anak-anaknya untuk tinggal di sana,” pungkasnya.
(Andri)