src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO – Adab tidur Muslim bukan hanya persoalan kenyamanan, tapi juga bagian dari ibadah yang berpahala jika dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Dalam Islam, setiap aktivitas yang diniatkan karena Allah, bahkan tidur sekalipun, bisa bernilai ibadah.
Hal ini disampaikan oleh Ustaz H. Fathurrahman dalam keterangannya kepada RRI, Minggu (20/7/2025). Menurutnya, Rasulullah SAW telah memberikan teladan bagaimana seorang Muslim seharusnya mempersiapkan diri sebelum tidur.
“Meskipun tidur adalah kebutuhan biologis yang sama seperti makhluk lain, namun tidur seorang Muslim harus dilakukan dengan adab yang sesuai dengan ajaran Rasulullah. Sebelum tidur, kita dianjurkan untuk melakukan beberapa amalan yang mendatangkan pahala dan menjaga kita dari hal-hal buruk,” jelasnya.
Berikut enam adab tidur ala Rasulullah SAW yang sebaiknya diamalkan:
Rasulullah menganjurkan umatnya untuk tidur dalam keadaan suci. Dalam hadits riwayat Imam Thabrani disebutkan, “Sucikanlah badan kalian, karena tidaklah seseorang tidur kecuali menemani mereka malaikat.”
Dengan berwudhu, kita menjaga kebersihan lahir sekaligus mendekatkan diri secara spiritual kepada Allah SWT.
Menjelang tidur adalah waktu yang tepat untuk merenung dan memohon ampunan atas dosa-dosa hari itu. Membaca istigfar dan menata niat untuk memperbaiki diri esok hari, menjadi salah satu bentuk taubat yang mulia.
Mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW, tidur dengan posisi miring ke kanan memiliki nilai sunnah sekaligus manfaat medis. Posisi ini mencerminkan keteladanan dan ketenangan dalam beristirahat.
Segala sesuatu yang diawali dengan niat ikhlas karena Allah akan dicatat sebagai amal. Termasuk niat untuk bangun malam melaksanakan tahajud atau witir, meskipun tidak terbangun, tetap bernilai pahala.
Rasulullah menganjurkan tidur selepas Isya, agar tubuh mendapat istirahat cukup dan siap bangun malam untuk ibadah. Tidur lebih awal juga menyehatkan dan menjaga ritme biologis tubuh.
Salah satu sunnah yang sering dilupakan adalah memastikan keamanan rumah sebelum tidur, termasuk mematikan api atau sumber panas lainnya. Rasulullah SAW menekankan pentingnya menjaga keselamatan sebagai bentuk tanggung jawab.
Ustaz Fathurrahman mengingatkan bahwa adab-adab tersebut bukan sekadar ritual, tapi wujud kesadaran seorang Muslim dalam menjalani hidup dengan penuh makna dan kedekatan kepada Allah SWT.
“Maka, mari kita gali dan lestarikan adab ini, serta terus berusaha untuk mengikuti contoh terbaik yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Karena dengan mengikuti adab yang benar, kita tidak hanya menjaga kehormatan diri kita, tetapi juga memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat,” tutupnya.
Artikel Asli baca di rri.co.id
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya