src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO – Menjalani hidup bukan hanya soal bekerja, bersantai, atau mencari hiburan. Dalam pandangan Islam, esensi kehidupan yang paling utama adalah beribadah kepada Allah SWT. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, surah Az-Zariyat ayat 56:
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat: 56)
Bentuk ibadah dalam Islam sangat luas, termasuk ibadah fardhu (wajib) maupun ibadah sunnah. Salah satu ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan adalah puasa sunnah.
Memasuki bulan Safar 1447 H, umat Islam memiliki kesempatan untuk memperbanyak amal dengan melaksanakan puasa sunnah, khususnya puasa Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh.
Berdasarkan kalender Hijriah resmi dari Kementerian Agama RI, berikut adalah jadwal puasa Senin dan Kamis di bulan Safar 1447 H:
1. Niat Puasa Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta‘âlâ.”
2. Niat Puasa Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta‘âlâ
Artinya: “Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta‘âlâ.”
Puasa di hari Senin dan Kamis tidak hanya menambah pahala, tapi juga punya makna spiritual mendalam. Dalam hadis disebutkan, amal manusia diserahkan kepada Allah pada dua hari tersebut:
“Sesungguhnya amal perbuatan para hamba disampaikan pada hari Senin dan Kamis.” (HR Tirmidzi)
Rasulullah SAW bahkan memilih berpuasa pada hari itu agar amalnya diserahkan dalam keadaan berpuasa. Selain itu, pintu-pintu surga dibuka pada Senin dan Kamis, seperti disebutkan dalam HR Muslim:
“Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa diampuni, kecuali orang yang berseteru dengan saudaranya.”
4. Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Safar 2025
Ayyamul Bidh adalah tiga hari pertengahan bulan Hijriah, yakni tanggal 13, 14, dan 15. Di bulan Safar 1447 H, puasa ini jatuh pada:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta’âlâ
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah ta‘âlâ.”
Niat ini bisa diucapkan setelah maghrib hingga sebelum fajar.
Rasulullah SAW menganjurkan puasa tiga hari setiap bulan, yang pahalanya setara dengan puasa sepanjang tahun.
“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR Bukhari, no. 1979)
Artikel Asli baca di liputan6.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya