src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> 12 Ciri Penyakit Ain Menurut Islam dan Cara Mencegahnya, Jangan Anggap Remeh!

12 Ciri Penyakit Ain Menurut Islam dan Cara Mencegahnya, Jangan Anggap Remeh!

4 minutes reading
Thursday, 24 Jul 2025 12:51 684 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Dalam tradisi Islam, penyakit ain bukan sekadar mitos atau takhayul. Ia diyakini sebagai gangguan nyata yang bersumber dari pandangan mata, sering kali disertai perasaan iri, dengki, atau kekaguman berlebihan tanpa menyebut nama Allah SWT. Meskipun tidak dikenal dalam dunia medis, umat Islam meyakini kehadiran penyakit ain sebagai sesuatu yang harus diwaspadai.

Rasulullah SAW bahkan menegaskan kebenaran fenomena ini dalam sabdanya: “Ain itu nyata (Haq), kalau saja ada sesuatu yang mendahului takdir, niscaya ain akan mendahuluinya.” (HR. Muslim)

Dalam bahasa Arab, istilah “ain” berasal dari kata aana – ya’iinu, yang secara harfiah berarti terkena sesuatu melalui mata. Menurut penjelasan dalam Fatawa Al Lajnah Ad Daimah yang dikutip dari ANTARA News, penyakit ini terjadi saat seseorang memandang dengan kekaguman atau niat jahat, kemudian memancarkan semacam ‘racun jiwa’ melalui tatapan tersebut.

Gangguan ini dipercaya bisa menyebabkan masalah fisik, kerusakan, bahkan kematian—semuanya atas izin Allah. Oleh karena itu, memahami ciri-ciri penyakit ain dan cara pencegahannya merupakan langkah penting bagi setiap Muslim.

Ciri-Ciri Penyakit Ain yang Perlu Diwaspadai

Karena bersifat non-medis, tanda-tanda penyakit ain kerap sulit dijelaskan melalui diagnosa medis. Berikut beberapa ciri yang disebutkan oleh Syaikh Abdul Aziz As-Sadhan dalam Ar-Ruqyah Syar’iyyah, yang bisa muncul jika seseorang terkena ain:

  1. Sakit kepala berpindah-pindah
  2. Wajah pucat dan sering berkeringat
  3. Detak jantung tidak beraturan
  4. Nafsu makan menurun
  5. Panas atau dingin pada tubuh tertentu
  6. Sakit di punggung atau bahu
  7. Emosi tidak stabil, mudah takut
  8. Kesulitan tidur atau justru terlalu banyak tidur
  9. Perilaku menyendiri atau malas beraktivitas
  10. Sering bersendawa, menguap, atau merasa tercekik
  11. Gangguan kesehatan tanpa sebab medis
  12. Perasaan sedih dan sesak di dada

Gejala tersebut bisa berbeda-beda tergantung pada seberapa kuat pengaruh ain terhadap individu yang terkena.

Jenis Penyakit Ain: Dengki atau Kekaguman?

Secara umum, ain dibagi menjadi dua jenis:

  • Ain dari kebencian dan dengki: Muncul dari pandangan seseorang yang menyimpan niat jahat, iri, atau ingin mencelakai.
  • Ain dari kekaguman tanpa dzikir: Meskipun tidak bermaksud buruk, kekaguman tanpa menyebut nama Allah juga bisa menjadi celah munculnya ain.

Jin dan setan diyakini memanfaatkan celah-celah tersebut untuk memengaruhi manusia secara psikis maupun fisik.

Cara Mencegah Penyakit Ain Menurut Islam

Islam telah mengajarkan langkah-langkah untuk mencegah ain agar tidak menyerang diri sendiri maupun orang lain. Berikut di antaranya:

  • Berdzikir saat melihat sesuatu yang menakjubkan, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Ucapkan “Masya Allah, Laa Quwwata Illa Billah”.
  • Hindari sikap pamer. Menunjukkan kebahagiaan, kesuksesan, atau kekayaan secara berlebihan bisa memancing rasa iri orang lain.
  • Pelihara sikap tawadhu (rendah hati). Ini menjadi benteng dari hati yang penuh kesombongan.
  • Bacalah Al-Mu’awwidzatain (Surah Al-Falaq dan An-Nas) secara rutin sebagai perlindungan dari pengaruh jahat.
  • Tingkatkan dzikir dan membaca Al-Qur’an. Spiritualitas yang kuat akan memperkokoh perlindungan diri dari gangguan luar.

Doa Perlindungan dari Penyakit Ain

Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus sebagai perlindungan, terutama bagi anak-anak:

“أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ. اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ وَلَا تَضُرَّهُ”

U‘îdzuka bikalimâtillâhit tâmmati min kulli syaithânin, wa hâmmatin, wa min kulii ‘ainin lâmmah. Allâhumma bârik fîhi, wa lâ tadhurrah.

Artinya: “Aku menyerahkan perlindunganmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan setan, binatang melata/serangga, dan segala pengaruh mata jahat. Tuhanku, turunkan keberkahan-Mu pada anak ini. Jangan izinkan sesuatu membuatnya celaka.”

Doa ini dibaca Rasulullah SAW kepada cucunya, Hasan dan Husain. Praktik ini kini sangat dianjurkan untuk para orang tua sebagai proteksi spiritual terhadap anak-anak mereka.

Pengobatan Penyakit Ain

Karena bukan penyakit medis, ain tidak bisa diobati dengan obat-obatan biasa. Dalam Islam, ruqyah syar’iyyah merupakan metode utama untuk menyembuhkan ain, yakni dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan doa yang diajarkan Nabi.

Disarankan pula untuk selalu:

  • Menjaga keyakinan dan tawakal kepada Allah SWT
  • Meningkatkan ibadah dan ketakwaan
  • Menghindari pikiran negatif seperti iri dan dengki

 

Artikel Asli baca di liputan6.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x