src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kasi Usaha Ekonomi Masyarakat DPMPD Kaltim, Muriyanto.
(Riska) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Ada sekitar 38 kampung di Kabupaten Berau yang berpartisipasi dalam penurunan emisi karbon dunia. Hal tersebut sebagai langkah penting program menuju kampung rendah emisi dalam mencapai target iklim dan lingkungan nasional.
Kasi Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Muriyanto menyampaikan, Kalimantan Timur dipilih menjadi pilot poject dalam program yang dikelola oleh Bank Dunia. Tujuannya untuk menurunkan emisis karbon tingkat dunia.
Program tersebut membuka peluang menerima bantuan sekitar 100 juta dolar Amerika untuk upaya penurunan emisi karbon hingga 2025 mendatang. Target penurunan sebanyak 22 juta ton.
“Jadi untuk per juta ton emisi karbon yang diturunkan mendapat sekitar 5 juta dolar. Implementasi programnya sendiri sejak 2019. Untuk kampung atau desa yang masih memiliki tutupan hutan, supaya hutannya tetap dipertahankan agar emisi karbon bisa terjaga,” jelasnya.
Pihaknya mengajak seluruh kampung yang memiliki tutupan hutan untuk terlibat dalam program penurunan emisi karbon tersebut. Kabupaten Berau termasuk salah satu kabupaten yang memiliki hutan terluas se-Kaltim, sekitar satu juta hektare.
“Di Berau sendiri ada sekitar 38 kampung yang sudah ikut terlibat dalam program ini melalui persetujuan informasi di awal tanpa paksaan,” tuturnya.
Menurutnya, peran kampung diminta untuk menjaga hutan alam agar tetap seperti apa adanya. Tidak boleh ada pembalakan liar dan kegiatan lain yang dapat merusak hutan, termasuk kegiatan lahan ladang berpindah.
“Dari 814 kampung di Kaltim, partisipasi kampung di Berau memang paling banyak. Selain itu, ada Paser, Penajam Paser Utara, Balikpapan dan Kutai Barat yang sudah berpartisipasi,” ucapnya.
Untuk saat ini, semua kampung sedang dalam tahap pembelajaran dalam menginput aksi penurunan emisi karbon ke dalam portal Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim.
“Apa yang sudah mereka lakukan harus terdokumentasi supaya ada buktinya,” paparnya.
Dirinya menyampaikan, langkah tersebut sejauh ini cukup efektif untuk menurunkan emisi karbon. Berdasarkan informasi yang diterima, target penurunan hingga 9 juta ton sudah terpenuhi jika dihitung berdasarkan luas hutan alam yang ada.
“Untuk cadangan emisi yang bisa diturunkan belum tahu ya, karena ada instansi lain yang tugasnya menghitung itu. Ada parameter tersendiri untuk mengukur. Sedangkan untuk manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tutupnya.
Penulis: Riska
Editor: MH Amal