23 C
Samarinda
Thursday, August 11, 2022

27 Ribu Lebih Orang Tak Bekerja di Kaltim Akibat Pandemi

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDApan> Sebanyak 293,80 ribu orang atau 10,51 persen penduduk usia kerja di Kaltim terdampak Covid-19 pada Februari 2021. Jumlah itu terdiri dari pengangguran karena Covid-19 mencapai 17,23 ribu orang dan Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 mencapai 13 ribu orang.

“Sementara tidak bekerja karena Covid-19 sebanyak 27,55 ribu orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebanyak 236,03 ribu orang,” kata Kepala BPS Kaltim Anggoro Dwithjahyono dalam rilis pers yang diterima media ini.

BPS juga mencatat penduduk usia kerja di Kaltim yang terdampak Covid-19 pada Februari 2021 berjumlah 293,80 ribu orang mengalami penurunan sebanyak 117,57 ribu orang atau sebesar 28,58 persen dibandingkan dengan Agustus 2020.

Penurunan terbesar adalah komponen penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebanyak 108,82 ribu orang.

“Berdasarkan jenis kelamin, penduduk usia kerja terdampak Covid-19 pada Februari 2021 terdiri dari laki-laki sebanyak 180,65 ribu orang dan perempuan sebanyak 113,15 ribu orang. Proporsi laki-laki terdampak Covid-19 lebih besar dibandingkan perempuan pada hampir setiap komponen kecuali pada komponen BAK karena Covid-19,” kata Anggoro.

Sebesar 73,05 persen dari seluruh BAK karena Covid-19 adalah perempuan. Bila dibandingkan dengan Agustus 2020 terdapat penurunan signifikan pada komponen pengangguran karena Covid-19 pada perempuan.

Sementara itu, jumlah angkatan kerja di Kalimantan Timur pada Februari 2021 sebanyak 1.886,36 ribu orang, naik 68,68 ribu orang dibanding Agustus 2020. Sejalan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik sebesar 1,96 persen poin.

Sedangkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kalimantan Timur Februari 2021 sebesar 6,81 persen, turun 0,06 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020.

Penduduk yang bekerja di Kalimantan Timur sebanyak 1.757,90 ribu orang, meningkat sebanyak 65,10 ribu orang dari Agustus 2020. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah Sektor Jasa Perusahaan (1,11 persen poin).

Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (1,24 persen poin).

Dan Sebanyak 839,59 ribu orang (47,76 persen) bekerja pada kegiatan informal, naik 0,62 persen poin dibanding Agustus 2020.

Persentase pekerja setengah penganggurpan> naik sebesar 0,33 persen poin, sementara persentase pekerja paruh waktu turun sebesar 1,63 persen poin dibandingkan Agustus 2020,” kata Anggoro.

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU