src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pelepasan personel Yonzipur 17/ Ananta Dharma di dermaga pelabuhan Semayang Balikpapan, sebelum diberangkatkan menuju Aceh. (ist) HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Personel Yonzipur 17/ Ananta Dharma berkumpul di dermaga pelabuhan Semayang Balikpapan, sebelum diberangkatkan menuju Aceh, menggunakan KRI Surabaya – 591.
Sebanyak 215 personel ini akan bertugas di Kabupaten Aceh Utara dalam Satgas Penanggulangan bencana meliputi perbantuan pemulihan jalan dan jembatan yang terdampak bencana, pembersihan lokasi yang tertimbun tanah dan lumpur, serta membantu tugas-tugas kemanusiaan lainnya seperti penyaluran bantuan logistik, penanganan korban, evakuasi harta benda Masyarakat dan tugas-tugas lain sesuai kebutuhan di lapangan.
Satgas Yonzipur 17/Ananta Dharma akan melaksanakan perbantuan di wilayah Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Utara, dengan kondisi kerusakan yang cukup signifikan dimana terdapat 2 jembatan yang putus, yaitu di Desa Panton Kecamatan Nisam dan Desa Keude Bungkalih Kecamatan Muara Batu, serta 39 titik jalan putus di wilayah Kecamatan Sawang dan Muara Batu.
Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, Satgas Yonzipur 17/Ananta Dharma dibekali dengan berbagai alat berat dan alat peralatan zeni, antara lain Excavator, Backhoe Loader, Truck Crane, Mobil RO, Self Loader, serta alat pendukung lainnya.
“Personel akan melaksanakan kegiatan fisik dan non fisik disana. Seperti perbaikan jembatan dan jalan yang putus akibat bencana, dan non fisik untuk menyalurkan bantuan kepada korban bencana,” ujar Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono.
Personel Yonzipur 17/Ananta Dharma akan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para korban bencana alam di Aceh. Bantuan yang akan diberikan berupa beras sebanyak 2.927 karung dengan berbagai ukuran, mi instan sebanyak 2.393 dus, minyak goreng 133 dus, air mineral 487 dus serta berbagai kebutuhan pokok lainnya yang dibutuhkan masyarakat terdampak bencana alam.
“Para personel ini akan bahu membahu bersama masyarakat disana untuk mengangkat moril dan percepatan penanganan bencana,” tambahnya.
Bantuan tersebut berhasil dihimpun dari para donatur yang ada di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara serta dukungan dari para Danrem, Kabalak dan Komandan Satuan yang ada di jajaran Kodam VI/Mulawarman.
“Laksanakan tugas sesuai SOP dan perhatikan faktor cuaca serta kondisi lapangan. Utamakan keselamatan personel dan materiel serta waspadai bencana susulan di daerah penugasan,” pungkasnya. (iwan)