Beranda BUMI ETAM 14 Orang Asal Kaltim Ikuti Jambore Pemuda Indonesia Secara Daring

14 Orang Asal Kaltim Ikuti Jambore Pemuda Indonesia Secara Daring

14 Orang Ikuti Jambore Pemuda Indonesia Kaltim
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Dispora Kaltim Agus Tianur saat membuka acara Jambore Pemuda Indonesia diikuti 14 orang asal Kaltim (foto: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – – Mewakili Plt Kadispora Kaltim Agus Hari Kesuma, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Dispora Kaltim Agus Tianur membuka kegiatan Jambore Pemuda Indonesia (JPI) tingkat nasional tahun 2020 yang pelaksanaannya dipusatkan di Kaltim pada Rabu 2 Desember 2020.

Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, kegiatan tahun ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh seluruh peserta JPI.

Kegiatan JPI sendiri adalah kegiatan yang diprakarsai dan digelar oleh Kementerian Olahraga RI setiap tahun dan diikuti oleh 34 provinsi.

Plt Kadispora Kaltim Agus Hari Kesuma meminta seluruh peserta dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan JPI. Hal itu dimaksudkan agar peserta dapat menjadi pemimpin yang berkualitas untuk pembangunan Kaltim.

Advertisement

Pelaksanaan JPI di tengah pandemi, diharapkan tidak mempengaruhi dan menghalangi semangat peserta untuk dapat berkarya dan berkreativitas dengan memanfaatkan teknologi.

“Bentuk kegiatan yang dapat dilaksanakan bersama, haruslah berbasis digital untuk dapat melakukan pertemuan berskala besar. Dilakukan untuk meminimalisir pergerakan yang dapat memicum penyebaran Covid-19,” ucap Agus Hari Kesuma dalam sambutannya tertulisnya.

Ketua Panitia Pelaksanaan JPI Kaltim Bahri dalam laporan merincikan kegiatan JPI Kaltim diikuti oleh 14 peserta yang terdiri dari 7 orang putra dan 7 orang putri yang berasal dari 8 Kabupaten/kota selain Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Panajam Paser Utara.

Pelaksanaannya pun lanjut Bahri, dibagi menjadi 2 konten, yaitu penayangan konten daerah dan seminar kebangsaan.

Baca Juga  7,6 % Orang Indonesia Enggan Divaksin COVID-19, Dinkes: Di Kaltim Belum Ada Penolakan

“Penayangan konten daerah dibuat oleh setiap perwakilan provinsi melalui media sosial untuk disampaikan ke Kemenpora RI. Sedangkan seminar kebangsaan adalah kegiatan seminar nasional dengan bahasan terkait berbangsa dan bernegara, nasionalisme dan Pancasila,” kata Bahri. (ADV)

Penulis : Ningsih

Editor: Amin

Komentar
Advertisement