Beranda BUMI ETAM 123 Pasien COVID-19 Dirawat di Seluruh Rumah Sakit Samarinda, Transmisi Lokal Merata

123 Pasien COVID-19 Dirawat di Seluruh Rumah Sakit Samarinda, Transmisi Lokal Merata

100 Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri, Klaster BNNP Kaltim Tuntas - kesembuhan 19 tenaga kesehatan Rumah Sakit IA Moeis Samarinda
Ismed Kusasih
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dinas Kesehatan Kota Samarinda memperbarui data jumlah pasien positif COVID-19 yang dirawat.

Per hari ini, Sabtu 12 September 2020 total ada 123 pasien yang dirawat di semua rumah sakit se-Kota Samarinda termasuk rumah sakit karantina.

“Pasien isolasi mandiri di Samarinda ada 282 orang dan hari ini ada penambahan positif COVID-19 sebanyak 90 orang. Sedangkan, penambahan pasien sembuh hari ini ada 102 orang,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, Ismed Kusasih.

Advertisement

>

Dikatakan Ismed, transmisi lokal penularan COVID-19 di Samarinda sudah merata pada 10 Kecamatan. Hal itu terlihat ada 366 kasus positif COVID-19 dari non klaster.

“Non klaster ada 366 kasus artinya sudah merata di 10 kecamatan Samarinda, transmisi lokal,” katanya.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah AW Sjahranie dr David Masjhoer mengatakan saat ini laju pertumbuhan angka COVID-19 melebihi laju angka pertumbuhan persiapan sarana prasarana kecukupan tempat rumah sakit dan tenaga kesehatan.

Pertumbuhan angka pasien COVID-19 dirawat meningkat tajam. Hal ini perlu diantisipasi oleh semua pihak untuk mencegah penularan virus tersebut di masyarakat. Bila tidak, maka akan terjadi seleksi alam dampak dari virus ini.

“Sementara laju pertumbuhan pasien, meningkat hanya dalam 1-2 hari. Pencegahan di masyarakat yang saat ini harus jadi prioritas utama. Bagaimanapun caranya. Jika ini gagal, maka seleksi alam yang akan terjadi,” tulis dr David dalam akun Facebook pribadinya.

Menurut dr David, untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit ada 3 hal yang harus siap yaitu siap sarana prasarana kecukupan tempat, siap tenaga kesehatan dan kesiapan pasien (mental dan dukungan keluarga serta biaya yang sudah ditanggung pemerintah).

Bila salah satunya tidak siap, dipastikan pelayanan medis tidak akan berlangsung optimal. Sedangkan menyiapkan sarana prasarana rumah sakit bersama tenaga kesehatan tidak bisa hanya hitungan satu bulan atau dua bulan.

Penulis : Amin

Komentar
Advertisement