Beranda Samarinda Soal Longsor di Mangkupalas, Jasno: Harusnya Perusahaan Dilibatkan

Soal Longsor di Mangkupalas, Jasno: Harusnya Perusahaan Dilibatkan

Anggota DPRD Samarinda Jasno. (FOTO: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Jasno mengkritik keras kinerja Dinas PUPR Provinsi Kaltim dan Kota Samarinda yang lamban menangani longsor di Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Kaltim maupun Pemerintah Kota Samarinda sama-sama “melepaskan” tanggung jawab untuk melakukan pembersihan material longsor yang menghubungkan Kecamatan Samarinda Seberang dan Kecamatan Palaran.

“Sudah lebih 1 bulan, longsor di Jalan Pattimura belum selesai juga. Kita meragukan tugas-tugas pemerintahan, mohon maaf kalau ini yang kami sampaikan. Karena memang longsor harus segera diatasi agar tidak merugikan masyarakat, untung saja ada jalur Mahkota II,” katanya.

Advertisement

Dengan penutupan akses Jalan Pattimura, akhirnya berimbas pada kemacetan di sepanjang Jalan Sejati dan Jalan ST Sulaiman, sebagai akibat pengalihan arus kendaraan.

Menurut Jasno, pemprov dan pemkot seharusnya berkoordinasi dan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan swasta yang ada di sekitar lokasi longsor untuk pembersihan material longsoran.

“Jika memang pemerintah tidak ada dana, kan bisa memanggil perusahaan yang ada di daerah sekitar lokasi longsor. Banyak alat berat di sana, tinggal niat pemerintah saja. Kan tidak sulit memanggil pihak swasta untuk membantu pengerukan,” kata dia.

Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan Camat Palaran, Suwarso untuk dapat memanggil perusahaan-perusahaan yang ada di daerah tersebut.

Sesuai jadwal, pada Selasa 15 September 2020 mendatang akan dilakukan pertemuan di Kantor Camat Palaran bersama dengan perusahaan swasta untuk membahas permohonan bantuan alat.

“Kami sudah kirim surat undangan ke masing-masing dinas terkait untuk penanganan longsoran ini. Hukumnya pun wajib bagi pihak swasta untuk membantu menangani material longsoran di sana. Kalau dikerjakan secara keroyokan, pasti akan cepat selesai,” tukasnya.

Menurut dia, ramainya komentar warganet soal lambannya penanganan longsor seharusnya membuat pemerintah malu. Apalagi, sampai ada ide warga mengumpulkan sumbangan buat pemerintah untuk membersihkan longsoran.

Selain itu, ia mengkhawatirkan pengguna motor yang nekat melalui jalan tikus yang dinilai sangat membahayakan.

“Harusnya pemerintah malu, masa masyarakat iuran untuk mengeruk 10 meter. Nah itu, karena jalan ditutup, ada saja pengendara yang akhirnya terpaksa lewat di jalan bawah Jembatan Mahkota II, padahal jalan itu sangat berbahaya, sudah banyak yang jatuh di sana” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

Komentar
Advertisement