Beranda BUMI ETAM Pembersihan Material Longsor Mangkupalas Dikebut hingga Dini Hari

Pembersihan Material Longsor Mangkupalas Dikebut hingga Dini Hari

Pembersihan Material Longsor Mangkupalas Dikebut hingga Dini Hari - headlinekaltim.co
Alat berat terus bekerja memindahkan material longsor. (FOTO: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Petugas gabungan dari PUPR Provinsi Kaltim dan PUPR Kota Samarinda mengebut pembersihan material longsoran susulan yang kembali melumpuhkan jalur Samarinda Seberang-Palaran, tepatnya di jalur poros Jalan Pattimura Kelurahan Mangkupalas.

Akibat longsoran susulan ini, jalur yang kemarin sempat dibuka satu arah, pada Rabu 9 September 2020 kembali ditutup karena material longsoran menutup seluruh badan jalan.

Dari pantauan di lapangan pada pukul 21.30 WITA, 4 unit alat berat masing-masing 1 unit eksavator PC 200, 1 unit eksavator mini, 1 unit deco loader, 1 unit greder dan 6 unit DT dikerahkan untuk melakukan pembersihan material longsor yang digeber sejak siang dan dijadwalkan berakhir hingga Kamis 10 September 2020 pukul 03.00 WITA dini hari.

Advertisement

Dengan alat berat, petugas memindahkan material longsoran susulan yang menutup akses jalur menuju arah Palaran, kemudian melansir tepat ke jalur arah menuju Palaran. Selanjutnya material longsor dinaikkan ke bak DT untuk dibuang ke bekas area tambang batu bara yang lokasinya persis berada di depan longsoran.

Saat melakukan pembersihan terlihat petugas sedikit mengalami kesulitan, mengingat kondisi material tanah longsor basah dan lengket di ban roda alat berat dan ban mobil DT. Diperparah dengan kondisi jalan yang licin. Namun demikian, petugas tetap semangat.

“Semua unit kita turun. Target kami, yang penting satu jalur bisa dilalui kendaraan,” ucap Kepala BPBD Wilayah Palaran-Samarinda Seberang, Sujian.

Sujian masih belum bisa memastikan apakah jalur trans Kaltim ini akan dibuka kembali pada besok hari.

“Kita masih menunggu instruksi tapi tidak layak juga kalau kami paksakan untuk dibuka, jika kondisi jalan membahayakan pengguna jalan,” kata Sujian lagi.

Penulis : Ningsih

Komentar
Advertisement