22.1 C
Samarinda
Wednesday, June 16, 2021

10 Orang Telantar Ditangani Dinsos Dalam 3 Hari Terakhir

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda Ridwan Tassa mengatakan dalam tiga hari terakhir, pihaknya menangani 10 orang telantar di Kota Tepian. Tiga diantaranya sudah dipulangkan ke kampung asalnya pada hari ini, Sabtu 24 April 2021.

“Ini banyak betul (orang telantar). Ini macam-macam, yang akhir-akhir ini banyak betul yang terlantar. 3 hari ini ada 10 kasus yang ditangani. Sementara 3 orang dipulangkan satu hari ini,” ucapnya saat dihubungi headlinekaltim.co, Sabtu sore.

10 kasus penanganan orang terlantar ini, lanjut Ridwan, termasuk seorang pria berusia 30 tahun yang dievakuasi tim gabungan SAR dari pondok yang berada di atas bukit tepat di samping Jembatan Mahakam sisi Samarinda Seberang, Jumat kemarin. “Sudah ditangani, dibawa ke rumah sakit,” ucapnya.

Menurutnya, hingga hari ini, orang-orang terlantar, gelandangan dan pengemis ditangani oleh Dinas Sosial Kota Samarinda dengan maksimal. Baik mereka datang dengan laporan pengaduan karena sakit, tak memiliki keluarga hingga telantar.

“Semua yang bermasalah sudah kita tangani. Artinya, yang sakit, sudah kita bawa ke rumah sakit. Kalau memang harus dipulangkan, kita carikan solusinya, bagaimana caranya. Seperti kemarin ada yang kita pulangkan ke Gorontalo melalui paguyuban,” bebernya.

“Dari 10 yang masuk ke Dinsos kemarin, masuknya di waktu beda-beda dengan masalah yang beda juga. Ya itu tadi, ada yang sakit tidak punya BPJS, tidak punya keluarga, ada yang mau pulang kampung. Ada juga kemarin yang tertipu. Lalu kita bawa ke penampungan,” sambung Ridwan.

Dia menjelaskan, bagi orang-orang yang telantar ini, mekanisme penanganan di Dinas Sosial Kota Samarinda pada tahap awal harus mendapat laporan dan telah di assessment oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang diteruskan ke Dinsos Kaltim.

Mekanismenya, terang dia, di-assessment oleh TKSK, apa benar sakit, dari mana sukunya, jenis penyakit, kontak keluarga, hingga identitas lengkap. Setelah itu dibuat laporan secara lisan maupun tertulis.

Kalau sakit, langkah selanjutnya dimasukkan ke rumah sakit. Kalau tidak ada BPJS, rumah sakit diminta untuk mengobati dulu sambil diproses dokumen BPJS. Kalau BPJS tertunda, diminta agar tetap dirawat kemudian dialihkan ke PBI.

“Artinya bayarnya berikutnya, nanti ditanggung pemerintah. Kalau dia mau pulang, kita hubungkan keluarganya. Tapi kalau tidak ada keluarga, kita masukkan ke panti. Kita lapor dulu ke provinsi. Kalau dia mau pulang, kita carikan dananya untuk dipulangkan. Itu solusinya,” terangnya.

Penulis : Ningsih
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar