src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Berau, Sri Juniarsih menghadiri Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026. (Foto: Ist)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menekankan Kepala Kampung (Kakam) agar lebih kreatif dan inovatif mengoptimalkan ekonomi kreatif di kampungnya masing-masing. Hal ini disampaikannya saat Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 bertajuk ‘Strategi Pembangunan Kampung untuk Mewujudkan Visi dan Misi Bupati Berau Tahun 2025–2029’ pada Kamis, 15 Januari 2026.
“Setiap kampung memiliki potensi kampungnya masing-masing. Untuk itu, Fokus utama diarahkan pada pengembangan potensi ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya di Ruang Pertemuan RPJPD Bapelitbang.
Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pembangunan kampung sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Dari total 100 kampung yang ada di Kabupaten Berau, sebanyak 22 kampung berstatus mandiri, 48 kampung berstatus maju, dan 30 kampung berstatus berkembang.
Menurutnya, peran kepala kampung dinilai sangat strategis dalam menyukseskan visi dan misi, termasuk delapan program plus yang telah dirancang pemerintah daerah.
Sri memaparkan, Alokasi Dana Kampung (ADK) mengalami penurunan signifikan dari Rp320 miliar pada 2025 menjadi Rp145 miliar di tahun 2026. “Pemerintah Daerah harus menghadapi tantangan serius mengenai kebijakan efisiensi anggaran sehingga hal ini harus dioptimalkan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dan Koperasi Desa Merah Putih secara profesional dan berkelanjutan.
Dirinya turut memberikan apresiasi kepada 15 kampung berprestasi melalui Dana Insentif Kampung (DIK) Tahun 2026 dengan total anggaran sebesar Rp1,45 miliar.
“Mari jadikan momentum Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 ini untuk terus berupaya membangun kampung yang mandiri dan sejahtera,” pungkasnya. (Riska)