src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pelatih Muhammad Nasuha dalam sesi jumpa pers Persiba vs Tornado FC, di mana Beruang Madu kalah 1-3. (Antara Kaltim/Novi Abdi)HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Manajemen Persiba Balikpapan secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Muhammad Nasuha setelah tim mencatatkan hasil kurang memuaskan secara beruntun. Terhitung sejak 13 Januari atau awal pekan kedua Januari 2026, Muhammad Nasuha tidak lagi menangani skuad Beruang Madu yang kini berlaga di kompetisi Liga 2.
Keputusan tersebut diambil setelah manajemen Persiba Balikpapan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim. Dilansir dari Antara Kaltim, hasil pertandingan yang tidak stabil dalam beberapa pekan terakhir menjadi pertimbangan utama manajemen untuk melakukan perubahan di posisi pelatih kepala.
“Evaluasi kami dilakukan secara menyeluruh terhadap performa tim dalam beberapa laga terakhir,” kata CEO Persiba Balikpapan, Riyandi Ramadhana Putra.
CEO Persiba Balikpapan, Riyandi Ramadhana Putra, menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan secara komprehensif, mencakup aspek teknis maupun non-teknis. Penilaian tersebut bertujuan untuk memastikan Persiba Balikpapan tetap memiliki peluang bersaing di sisa musim Liga 2.
Manajemen Persiba Balikpapan menilai perubahan di jajaran pelatih diperlukan demi menjaga fokus dan stabilitas tim. Langkah korektif ini diharapkan mampu mengembalikan performa Persiba Balikpapan agar lebih kompetitif pada fase lanjutan kompetisi.
Meski kontraknya dihentikan, manajemen tetap menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammad Nasuha. Di bawah kepemimpinannya, Persiba Balikpapan berhasil promosi dari Liga 3 ke Liga 2, sebuah capaian yang dinilai menjadi fondasi penting bagi klub.
Selain membawa Persiba Balikpapan naik kasta, Nasuha juga dianggap berperan dalam membangun kerangka awal skuad yang saat ini berlaga di Liga 2. Manajemen menyebut dedikasi tersebut sebagai bagian penting dalam perjalanan tim beberapa musim terakhir.
Sebagai langkah lanjutan, manajemen Persiba Balikpapan memastikan proses penunjukan pelatih baru akan dilakukan dalam waktu dekat. Sosok pelatih pengganti diharapkan mampu melanjutkan program latihan yang sudah berjalan, sekaligus menghadirkan pendekatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan tim.
Riyandi menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil manajemen Persiba Balikpapan selalu berlandaskan kepentingan tim dan target jangka panjang klub. Evaluasi kinerja, menurutnya, akan terus dilakukan secara berkala agar arah pengembangan Persiba Balikpapan tetap sesuai rencana.
Manajemen juga meminta seluruh pemain Persiba Balikpapan menjaga fokus dan profesionalisme menjelang pertandingan berikutnya. Stabilitas internal dinilai menjadi kunci untuk keluar dari periode hasil negatif yang dialami tim.
Dalam catatan lima pertandingan terakhir, Persiba Balikpapan belum mampu meraih kemenangan. Rangkaian hasil tersebut diawali dengan hasil imbang 1–1 saat bertandang ke markas Persipal Palu.
Setelah itu, Persiba Balikpapan menelan kekalahan tipis 0–1 dari PSIS Semarang. Tren negatif berlanjut saat Beruang Madu kalah 1–3 ketika menjamu Tornado FC Kendal, tim asal Jawa Tengah yang tampil agresif musim ini.
Performa Persiba Balikpapan belum membaik pada dua laga berikutnya. Mereka kembali kalah 0–1 dari Persela Lamongan, lalu takluk 1–2 saat menghadapi Persipura Jayapura di Stadion Batakan.
Lima pertandingan tanpa kemenangan tersebut menjadi salah satu dasar kuat bagi manajemen Persiba Balikpapan untuk mengakhiri kontrak Muhammad Nasuha. Harapan kini tertuju pada pelatih baru agar mampu membawa Persiba Balikpapan kembali bersaing di papan tengah Liga 2.
“Semoga pelatih baru nanti bisa membuat tim kembali mampu bersaing di papan tengah Liga 2,” harap Jundullah, suporter Beruang Madu.