Beranda Bontang Wisata Bontang Kuala Kembali Dibuka, Pedagang Makanan Olahan Laut Kembali Semringah

Wisata Bontang Kuala Kembali Dibuka, Pedagang Makanan Olahan Laut Kembali Semringah

SEMRINGAH: Ida, pedagang Bontang Kuala kembali menggelar dagangan

HEADLINE KALTIM, BONTANG – Hampir tiga bulan lamanya objek wisata Bontang Kuala ditutup akibat pandemi Covid-19. Kini, di masa adaptasi normal baru, pendapatan penjual makanan olahan hasil laut di daerah tersebut berangsur pulih.

Salah satu pedagang, Ida (45) mengaku kini pendapatannya mulai naik sejak wisata Bontang Kuala mulai dibuka.

“Waktu masih normal, pendapatan Rp 1,5 juta setiap minggu. Ketika Bontang Kuala ditutup, tidak ada sama sekali penghasilan. Sekarang mulai naik lagi penghasilan,” ujar Ida, Sabtu (27/6/2020).

Advertisement

Dikatakan Ida, sebagian besar pekerja di Bontang yang hendak pulang kampung merupakan potensi pembelinya. Dengan adanya larangan mudik kemarin, membuat omzet dagangannya terdampak.

“Kami tidak mendapat pembeli. Karena pembeli kami adalah pekerja yang pulang ke kampung halamannya,” ujar Ida yang menekuni usaha jualannya sejak 4 tahun lalu.

Ida bercerita dalam tiga bulan tanpa penghasilan, keluarganya harus irit berbelanja. Dirinya mengandalkan bantuan beras dan minyak goreng pembagian bantuan dari donatur dan pemerintah.

“Ada beras dan minyak goreng yang dibagikan. Itu yang kami pakai selama tiga bulan tidak jualan,” kata Ida.

Dia merasa cukup terbantu saat hari raya Idulfitri dan selama bulan Ramadan. Sebab, banyak pembeli yang mencari produk makanan olahan. “Bulan Ramadhan kemarin membantu sekali karena banyak warga di sini yang membeli,” katanya.

Ida membeberkan, Bontang Kuala sejauh ini daerah paling aman dari penularan Covid-19. Ini dikarenakan ketatnya protokol kesehatan yang diterapkan.

Baca Juga  Nasabah Resah, Bank Bukopin Samarinda Tak Bisa Cairkan Dana

“Petugas selalu cek dan periksa bagi yang keluar masuk ke Bontang Kuala. Saya saja ke pasar ikut diperiksa berkali-kali. Petugas bilang ini prosedurnya dan kita harus ikut,” jelas Ida.

Menurutnya, penularan Covid-19 di Bontang karena orang datang dari daerah penularan virus yang tinggi. Sehingga, penderita yang ditemukan mesti diisolasi.

Pantauan headlinekaltim.co pada hari Sabtu (27/6/2020) lalu, terdapat petugas dari Gugus Tugas Covid-19 melakukan pemeriksaan terhadap para pedagang dan pengunjung Bontang Kuala.

Dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), petugas mendata dan melakukan pemeriksaan rapid test massal. Meski ada kegiatan ini, aktivitas pengunjung wisata tak terganggu dan keramaian tetap berlangsung dengan banyaknya warga menikmati panorama laut.

Kota Bontang pada 12 Juni 2020 lalu sempat zero kasus Covid-19. Namun, pada 20 Juni terdapat 1 kasus meninggal akibat Covid-19 yang dirawat di rumah sakit Taman Husada Bontang. Kasus meninggal bukan warga Bontang melainkan pasien dari Kutai Timur yakni KTM 44, laki-laki 62 tahun.

Hingga per tanggal 27 Juni ini, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di kota Bontang sebanyak 16 kasus, 17 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 69 Orang Tanpa Gejala (OTG).

Penulis: Amin

Komentar
Advertisement