src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Waspada! Penyakit Meningokokus Bisa Membunuh dalam 24 Jam, Ini Penjelasan Dokter dan Cara Mencegahnya

Waspada! Penyakit Meningokokus Bisa Membunuh dalam 24 Jam, Ini Penjelasan Dokter dan Cara Mencegahnya

waktu baca 3 menit
Jumat, 5 Des 2025 14:18 109 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Penyakit meningokokus menjadi perhatian global karena kemampuannya menyerang tubuh dengan sangat cepat. Pasalnya, infeksi ini dapat menyebabkan kematian hanya dalam waktu 24 jam sejak seseorang terpapar.

Dilansir dari CNN Indonesia, penyakit meningokokus dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi hingga lansia. Bahkan, remaja dan dewasa muda justru disebut sebagai pembawa bakteri paling umum tanpa menunjukkan gejala apa pun.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi, Suzy Maria, menjelaskan bahwa penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis. Meski berpotensi mematikan, bakteri meningokokus bisa hidup tenang di tubuh manusia tanpa memicu tanda-tanda awal. “Jangan salah, yang menjadi carrier itu justru remaja dan dewasa muda. Orang-orang muda sehat inilah yang menjadi penularnya,” ujar Suzy dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta.

Menurut Suzy, bakteri ini ditularkan melalui percikan cairan pernapasan saat batuk atau bersin. Di sejumlah negara maju, kasus meningokokus sering ditemukan pada mahasiswa atau anggota militer yang berada di lingkungan padat dan tertutup. Hal ini membuat bakteri meningokokus mudah berpindah dari satu individu ke individu lain.

Bakteri ini dapat ‘menumpang hidup’ di area nasofaring—bagian belakang hidung dan tenggorokan—selama berbulan-bulan. Dari area tersebut, bakteri dapat masuk ke aliran darah terutama ketika sistem imun sedang menurun. Inilah yang kemudian memicu penyakit berat seperti meningitis, pneumonia, dan penyakit meningokokus invasif (IMD). Suzy menyebut gejala awal berupa demam tinggi, sakit kepala hebat, dan kaku kuduk perlu diwaspadai karena bakteri bisa berkembang cepat tanpa tanda yang jelas.

Bayi dan lansia merupakan kelompok dengan risiko tertinggi. Sistem imun mereka yang belum berkembang sempurna atau yang mulai melemah membuat infeksi bakteri meningokokus lebih mudah berkembang menjadi kondisi fatal.

Untuk mencegah penyakit meningokokus, vaksinasi menjadi langkah terbaik. Suzy menekankan bahwa vaksin meningitis konjugat generasi terbaru mampu membentuk sel memori sehingga memberikan perlindungan jangka panjang. “Vaksin meningitis konjugat generasi terbaru bisa mengurangi risiko carrier dan melindungi dalam jangka panjang,” jelasnya.

Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, Vidi Agiorno Metupawan, menambahkan bahwa teknologi terbaru pada vaksin dapat menekan penularan secara signifikan. Ia menyarankan masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup sehat, mengatur konsumsi makanan, dan meningkatkan daya tahan tubuh sebagai ikhtiar tambahan.

Penyakit meningokokus memang jarang terjadi, namun tingkat keparahan serta kecepatan perburukannya membuat kewaspadaan tidak boleh diabaikan. Orang yang mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala kuat, dan kaku kuduk perlu segera mendapatkan penanganan medis. Pemahaman tentang penyakit meningokokus, cara penularan, serta pencegahannya dapat membantu menurunkan risiko bagi diri sendiri dan keluarga.

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x