src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi berdoa. © pexels.com/Timur WeberHEADLINEKALTIM.CO – Tingginya ancaman cuaca ekstrem membuat banyak umat Muslim kembali mencari doa agar terhindar dari bencana, dalam memperdalam amalan perlindungan di tengah ketidakpastian cuaca dan kondisi kesehatan.
Dilansir dari Liputan6, doa agar terhindar dari bencana bukan hanya bentuk permohonan spiritual, tetapi juga pengingat bahwa manusia memiliki batas daya upaya. Doa menjadi bagian inti ibadah sebagaimana dijelaskan dalam hadits masyhur:
الدُّعَاءُ مُخُ العِبَادَةِ
Ad-du‘ā-u mukhkhul ‘ibādah
Artinya : “Doa adalah otaknya ibadah.”
Makna ini menguatkan keyakinan bahwa doa adalah pusat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. Karena itu, masyarakat terus memperdalam doa agar terhindar dari bencana sebagai ikhtiar batin.
Ajaran para ulama menegaskan bahwa doa menjadi benteng ruhani yang memberikan ketenangan di tengah gejolak zaman. Banyak bacaan doa perlindungan dari kitab klasik hingga rujukan modern kembali diamalkan masyarakat Nusantara.
Salah satu doa yang disebut dalam kitab-kitab Melayu klasik dan rutin diamalkan setelah salat lima waktu adalah doa panjang berisi permohonan perlindungan dari berbagai musibah.
Berikut doa agar terhindar dari bencana yang banyak diamalkan:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ، وَأَبْوَابَ الرَّحْمَةِ، وَأَبْوَابَ الْفَضْلِ، وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ، وَأَبْوَابَ السَّعَادَةِ، وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَالْعَافِيَةِ، وَأَبْوَابَ الْبَرَكَةِ، وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ، وَأَبْوَابَ الْـجَنَّةِ.
Allahumma iftah lanā abwābal-khairi, wa abwābar-raḥmah, wa abwābal-faḍli, wa abwāban-ni‘mah, wa abwābas-sa‘ādah, wa abwābash-ṣihhah wal ‘āfiyah, wa abwābal-barakah, wa abwābas-salāmah, wa abwābal-jannah.
Artinya: “Ya Allah, bukakanlah bagi kami pintu-pintu kebaikan, rahmat, karunia, nikmat, kebahagiaan, kesehatan, keselamatan, keberkahan, keamanan, dan pintu surga.”
Doa ini diyakini sebagai permohonan perlindungan menyeluruh, mencakup keselamatan dunia hingga akhirat. Para ulama menilai doa tersebut sangat lengkap dalam memohon dijauhkan dari bala, sehingga banyak diamalkan sebagai doa agar terhindar dari bencana.
Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus untuk memohon perlindungan dari penyakit berbahaya. Hadits riwayat Abu Dawud menjelaskan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، والجُنُونِ، والجُذَامِ، وَسَيِّئِ الأسْقَامِ
“Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal barashi, wal junūni, wal judzāmi, wa sayyi’il asqāmi.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta, dan penyakit-penyakit buruk.”
Doa ringkas ini menjadi rujukan utama masyarakat sebagai doa agar terhindar dari bencana berupa wabah penyakit. Para ulama menganjurkan untuk membacanya setiap pagi dan sore.
Doa yang sama juga menjadi pegangan saat menghadapi wabah meluas. Para ahli tafsir menjelaskan bahwa permohonan perlindungan tidak hanya mencakup penyakit fisik, tetapi juga penyakit yang mengguncang mental dan ketenangan jiwa.
Selama pandemi beberapa tahun lalu, doa ini menjadi amalan rutin masyarakat sebagai doa agar terhindar dari bencana kesehatan yang berdampak luas.
Ketika menghadapi ancaman besar, Rasulullah SAW mengucapkan doa berikut:
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
Hasbunallāh wa ni‘mal wakīl, ni‘mal maulā wa ni‘man nashīr.
Artinya: “Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik pelindung.”
Doa ini menjadi simbol keteguhan tauhid dan sangat relevan sebagai doa agar terhindar dari bencana saat menghadapi situasi menegangkan.
Sebelum Perang Badar, Nabi Muhammad SAW memanjatkan doa:
يَا رَبِّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةَ، فَلَنْ تُعْبَدَ فِي الْأَرْضِ أَبَدًا
Yā Rabbī in tuhlik hādzihil ‘ishābah falan tu‘bada fil ardhi abadan.
Artinya: “Ya Tuhanku, jika pasukan ini binasa, Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi.”
Doa ini menunjukkan ketawakkalan penuh kepada Allah dan menjadi inspirasi umat dalam menghadapi kondisi genting.
Para ulama menekankan bahwa doa-doa perlindungan tidak berdiri sendiri, melainkan menyempurnakan ikhtiar medis dan usaha lahiriah. Kajian psikologi modern juga membuktikan bahwa kegiatan spiritual seperti berdoa dapat menurunkan kecemasan dan memberikan ketenangan batin.
Karena itu, doa agar terhindar dari bencana tidak hanya menjadi amalan spiritual, tetapi juga bentuk terapi mental yang relevan untuk masyarakat modern.