src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kalender Islam 2026. AIHEADLINEKALTIM.CO – Kalender Hijriyah Indonesia 2026 resmi diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag). Kalender ini menjadi pedoman resmi penanggalan Islam tahun 1447–1448 Hijriyah bagi umat Muslim di seluruh Indonesia.
Pada paragraf kedua, dilansir dari Liputan6, Kemenag menerbitkan kalender ini lebih awal untuk memberikan kepastian dan keseragaman penentuan waktu ibadah, hari besar keagamaan, serta perencanaan kegiatan sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.
Kalender Hijriyah Indonesia 2026 dinilai memiliki peran strategis karena penentuan hari libur keagamaan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, sektor pariwisata, hingga agenda pemerintahan dan dunia usaha.
Penyusunan Kalender Hijriyah Indonesia 2026 dilakukan menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomis yang disesuaikan dengan kondisi geografis Indonesia. Kemenag mengacu pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) dalam menentukan kemungkinan terlihatnya hilal.
Meski kalender telah diterbitkan, penetapan tanggal penting seperti awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha tetap menunggu keputusan sidang isbat. Sidang ini mengombinasikan hasil hisab dengan rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik pengamatan di Indonesia.
Secara Masehi, kalender ini mencakup periode 1 Januari hingga 31 Desember 2026. Dalam sistem Hijriyah, rentang waktu tersebut setara dengan 12 Rajab 1447 H hingga 22 Jumadil Akhir 1448 H.
Perbedaan durasi antara kalender Hijriyah dan Masehi menyebabkan satu tahun Masehi mencakup dua tahun Hijriyah sekaligus. Tahun Hijriyah memiliki jumlah hari sekitar 354–355 hari, lebih pendek 10–11 hari dibanding kalender Masehi.
Dalam Kalender Hijriyah Indonesia 2026, terdapat 12 bulan Islam, yakni Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Syaban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah. Awal setiap bulan ditentukan berdasarkan kemunculan hilal dengan durasi 29 atau 30 hari.
Beberapa hari besar Islam penting dalam Kalender Hijriyah Indonesia 2026 antara lain:
Seluruh tanggal tersebut masih bersifat prediktif dan akan ditetapkan secara resmi melalui sidang isbat Kemenag.
Berdasarkan SKB Tiga Menteri, tahun 2026 memiliki total 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama. Hari libur keagamaan Islam dalam Kalender Hijriyah Indonesia 2026 menjadi bagian penting dari ketetapan tersebut, khususnya saat Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Kemenag menegaskan bahwa seluruh tanggal hari besar Islam dalam Kalender Hijriyah Indonesia 2026 tetap menunggu pengesahan resmi melalui sidang isbat yang mempertimbangkan hasil rukyatul hilal dan perhitungan astronomi.