src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan BAB disertai darah. Menariknya, tidak semua kasus seperti ini disertai rasa nyeri. (iStockphoto/patchanan promunat)HEADLINEKALTIM.CO – Buang air besar yang disertai darah kerap menimbulkan kecemasan karena dianggap sebagai tanda penyakit serius. Meski demikian, sejumlah penyebab BAB berdarah sebenarnya tidak selalu menimbulkan rasa nyeri. Banyak orang baru menyadari kondisinya setelah melihat bercak darah pada tinja atau tisu. Artikel ini mengulas empat penyebab BAB berdarah tanpa rasa sakit yang paling umum, agar Anda lebih memahami dan tidak keliru menilai kondisi kesehatan.
Dilansir dari CNN Indonesia, beberapa kondisi medis dapat menjadi penyebab BAB berdarah meski tidak menimbulkan keluhan nyeri sama sekali. Empat faktor berikut merupakan yang paling sering dialami masyarakat dan patut diwaspadai sebagai penyebab BAB berdarah.
Wasir menjadi salah satu penyebab BAB berdarah yang paling banyak terjadi. Kondisi ini muncul ketika pembuluh darah di area anus membengkak dan mengalami iritasi. Pada kasus tertentu, terutama wasir internal yang berada di dalam rektum, penderitanya tidak merasakan nyeri sehingga hanya melihat darah saat BAB. Meski tidak sakit, wasir tetap menjadi penyebab BAB berdarah yang perlu mendapatkan perhatian agar tidak berkembang menjadi peradangan lebih parah.
Fisura ani juga dapat menjadi penyebab BAB berdarah tanpa nyeri. Luka kecil atau robekan di kulit sekitar anus ini biasanya menimbulkan rasa sakit, tetapi pada fisura yang sangat kecil, perdarahan justru lebih terlihat dibandingkan keluhannya. Ketika tinja keras atau berukuran besar, luka dapat kembali terbuka dan menyebabkan pendarahan. Kondisi ini sering tidak disadari sehingga menjadi salah satu penyebab BAB berdarah yang kerap diabaikan.
Polip usus besar merupakan pertumbuhan jaringan di dinding usus yang dapat menyebabkan perdarahan ringan. Ini termasuk penyebab BAB berdarah tanpa rasa sakit yang cukup serius karena beberapa jenis polip berpotensi berkembang menjadi penyakit yang lebih berat jika tidak ditangani. Polip sering disertai perubahan pola BAB, seperti sembelit atau frekuensi BAB yang tidak teratur, sehingga penting mengenali polip sebagai penyebab BAB berdarah sejak dini.
Radang usus kronis, seperti Crohn’s disease dan ulcerative colitis, juga menjadi penyebab BAB berdarah. Pada sebagian kasus, luka yang muncul di dinding usus menimbulkan perdarahan tanpa nyeri, terutama jika peradangan terjadi di bagian tertentu usus besar. Gejala lain yang dapat menyertai kondisi ini meliputi diare berulang, lemas, penurunan nafsu makan, hingga mual. Karena termasuk penyebab BAB berdarah yang sifatnya kronis, pemeriksaan medis sangat diperlukan.
Meski beberapa penyebab BAB berdarah tidak selalu berbahaya, pemeriksaan medis tetap penting dilakukan apabila kondisi muncul berulang atau darah yang keluar semakin banyak. Segera konsultasikan ke dokter bila Anda mengalami:
Beberapa tanda tersebut dapat terkait dengan penyebab BAB berdarah yang lebih serius dan membutuhkan penanganan cepat.