src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi.(sumber: cnnindonesia) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kabar mengejutkan datang melalui laman kemenkes.co.id yang menyebut beberapa wilayah yang sudah terinfeksi virus 3 varian Alpha, Beta dan Delta. Salah satunya adalah Kalimantan Timur.
Data tersebut berasal dari Kemenkes per 6 Juni 2021. Yang menyebutkan Kementrian Kesehatan RI menemukan ada beberapa kasus COVID-19 varian B.1.1.7 (Alpha) dari Inggris, varian B.1.617 (Delta) dari India serta varian B.1.351 (Beta) dari Afrika Selatan.
Tercatat ada 12 daerah yang terinfeksi, yakni Sumatera Utara, Riau, Kepri, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Mayoritas infeksi terjadi pada pekerja migran yang memiliki riwayat perjalanan dari negara lain.
Headlinekaltim.co mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut kepada Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi M Ishak.
Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, dia membenarkan hal tersebut. “Iya benar, tapi detailnya mohon menghubungi Dinkes Provinsi, ibu dr Ronny Setyawati,” tulisnya, Rabu 16 Juni 2021.
dr Ronny Setyawati, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim juga membenarkan varian baru COVID-19 telah masuk di Kaltim.
Dia menjelaskan, untuk virus yang masuk di Kaltim ada 2 jenis, yaitu virus B.1.1.7 UK dan B.1.6.1.7 India. Namun begitu, dia menyebut, saat ini tidak ditemukan penularan di sekitar orang yang terinfeksi virus varian baru COVID-19 di Kaltim.
“Untuk varian baru yang ada di Kaltim, 2 jenis yaitu B.1.1.7 UK dan B.1.6.1.7 India. Untuk yang B.1.1.1.7 UK, dideteksi pada 1 orang warga Balikpapan yang baru datang dari Arab Saudi, dan tidak ditemukan pada orang di lingkungan sekitar penderita. Artinya belum terjadi penularan setempat di Balikpapan,” terangnya.
“Demikian juga untuk varian B.1.6.1.7 India, terdeteksi pada 3 orang WNA India yang merupakan ABK kapal dari Singapura yang sedang sandar di Samarinda. Dan belum ada penularan setempat yang terjadi di Samarinda,” sambungnya.
Disinggung kondisi dan keberadaan orang-orang yang terinfeksi virus varian baru itu, kata dia, seluruh WNA India telah dipulangkan ke Singapura bersama dengan kapal yang ditumpanginya.
Sedangkan warga Balikpapan yang juga terinfeksi telah menjalani isolasi di Wisma Atlet Jakarta. Keseluruhan mereka yang terinfeksi tersebut telah dinyatakan sembuh melalui hasil pemeriksaan PCR.
“Saat ini untuk WNA India sudah dipulangkan bersama kapalnya ke Singapura. Dan mereka sudah dinyatakan sembuh, karena sudah menjalani isolasi selama 14 hari serta hasil PCR sudah negatif. Untuk warga Balikpapan, sebelum yang bersangkutan datang di Balikpapan sudah dilakukan isolasi di Wisma Atlet Jakarta. Jadi pada saat pulang ke Balikpapan sudah dinyatakan sembuh dan hasil PCR sudah negatif,” bebernya.
Untuk melakukan antisipasi dan pencegahan kasus serupa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim bersama pemerintah kabupaten/kota tetap melakukan PPKM mikro serta peningkatan cakupan vaksinasi.
“Pemprov beserta Pemda kabupaten/kota melakukan PPKM Mikro di semua wilayah, pendisiplinan protokol kesehatan dan tetap meningkatkan upaya tracing dan testing pada kasus COVID-19. Serta peningkatan cakupan vaksinasi,” tutupnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr Ismed Kusasih yang juga dikonfirmasi media ini terkait masuknya virus varian baru di Kaltim dan Samarinda, menyebut identifikasi harus melalui pemeriksaan terperinci di pusat.
“Belum ada, identifikasi varian baru itu memerlukan pemeriksaan dan peralatan yang terperinci dari pusat,” ujarnya.
Asisten I Pemkot Samarinda Tejo Sutanoto yang juga Satgas COVID-19 mengatakan bahwa Samarinda masih steril dari varian baru COVID-19. Namun, masyarakat terus diminta waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Untuk wilayah Provinsi Kaltim diindikasikan sudah masuk virus varian baru COVID-19, tapi sementara di Samarinda belum ada ditemukan varian baru tersebut. Tetapi tetap harus waspada agar tidak seperti daerah lain yang meningkat drastis yang terpapar COVID-19,” katanya.
Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal