src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Warga Samarinda ramai berziarah di Kuburan Muslimin Samarinda, Jalan Abul Hasan, Samarinda, Kaltim, Kamis (27/2/2025). (Antara Kaltim/Ahmad Rifandi) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, warga Samarinda, Kalimantan Timur, khususnya umat Islam, berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk melakukan ziarah kubur. Tradisi tahunan ini menjadi momen bagi keluarga untuk mendoakan sanak saudara yang telah berpulang sebelum memasuki bulan penuh ibadah.
Salah satu TPU yang paling ramai dikunjungi adalah Kuburan Muslimin Abul Hasan, Samarinda. Sejak pagi hingga sore, peziarah datang dengan membawa air, bunga tabur, serta mushaf Al-Quran untuk membaca surah Yasin di makam keluarga mereka.
“Biasa memang sebelum masuk bulan puasa, kami ke sini, mendoakan orang tua, karena kalau sudah Ramadhan, kami ingin fokus beribadah,” ujar Siti Maysaroh, seorang warga Samarinda, saat ditemui di TPU Abul Hasan, Kamis (29/2/2025).
Bagi banyak keluarga Muslim di Samarinda, ziarah kubur menjelang Ramadhan bukan sekadar rutinitas, melainkan tradisi yang diwariskan turun-temurun. Siti Maysaroh, misalnya, datang bersama keluarganya, termasuk anak-anak, untuk membersihkan makam, menyiram air, menabur bunga, serta membaca surah Yasin di pusara orang tua mereka.
“Kami sengaja meluangkan waktu untuk berziarah sebelum puasa dimulai, ini tradisi yang sudah lama kami lakukan,” tambahnya.
Maysaroh berharap, melalui ziarah ini, keluarganya bisa terus mengingat dan mendoakan orang-orang terkasih yang telah tiada, sekaligus mengajarkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anaknya.
Ramainya peziarah yang datang juga membawa berkah bagi pedagang bunga tabur di sekitar TPU. Salah satunya adalah Rahimah, yang telah berjualan bunga di TPU Abul Hasan sejak tahun 1980-an, meneruskan usaha orang tuanya.
“Ramainya sudah terasa sejak lima hari yang lalu, terutama hari Ahad kemarin. Alhamdulillah, dagangan habis terus,” ujar Rahimah dengan senyum.
Ia menjual berbagai jenis bunga tabur dan kembang dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp10.000 hingga Rp25.000 per bungkus, tergantung jenis dan volume bungkusannya. Menurutnya, puncak keramaian akan terjadi pada hari Jumat dan sore hari menjelang malam pertama Ramadhan.
“Kalau lagi ramai-ramainya seperti ini, omzet bisa mencapai Rp500.000 per hari,” ungkapnya.
Ia menambahkan, setelah Ramadhan, penjualan bunga akan kembali meningkat saat Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, karena banyak keluarga yang kembali berziarah.
Artikel Asli baca di antaranews.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim