src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kue Talam Khas Kalimantan, Takjil Primadona di Samarinda Selama Ramadhan

Kue Talam Khas Kalimantan, Takjil Primadona di Samarinda Selama Ramadhan

2 minutes reading
Monday, 3 Mar 2025 10:40 343 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Menjelang waktu berbuka puasa, jajanan khas Kalimantan mulai berjejer di sepanjang Jalan Biawan, Samarinda, Kalimantan Timur. Di antara berbagai pilihan takjil, kue talam menjadi primadona yang paling diburu masyarakat selama bulan suci Ramadhan.

“Kalau bulan puasa, kue talam ini yang paling dicari,” ungkap Awaliyah, seorang pedagang kue talam yang telah berjualan selama 15 tahun, Minggu (XX/XX).

Setiap harinya, Awaliyah mampu memproduksi sekitar 40 loyang kue talam, yang hampir selalu ludes terjual sebelum azan magrib berkumandang. Menurutnya, rahasia kelezatan kue talam buatannya terletak pada bahan-bahan berkualitas yang ia gunakan, seperti kentang asli untuk bingka bakar, santan segar, gula aren murni, serta pandan asli yang memberikan aroma khas.

Gerai Awaliyah menawarkan berbagai jenis kue talam yang menggugah selera, mulai dari amparan tatak pisang, talam ketan pandan, sari muka, kakaraban, hingga talam India. Dari sekian banyak varian, amparan tatak pisang menjadi yang paling diminati oleh pelanggan.

Setiap loyang kue talam dipotong menjadi 20 bagian dan dijual dengan harga Rp15.000 per potong. Dalam sehari, Awaliyah bisa menjual lebih dari 300 potong kue talam, dibantu oleh suaminya dalam proses pembuatan.

Kelezatan kue talam buatan Awaliyah rupanya tidak hanya menarik minat warga Samarinda, tetapi juga pelanggan dari luar kota. Banyak yang rela datang jauh-jauh hanya untuk mencicipi kue talam khas buatannya.

“Banyak juga yang datang dari luar kota khusus untuk membeli kue talam kami,” ungkapnya dengan bangga.

Salah satu pelanggan setianya, Daniati, mengungkapkan bahwa kue talam di gerai Awaliyah memiliki tekstur yang lebih lembut dan cita rasa yang pas.

“Lebih lembut dan manisnya pun tidak berlebihan,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan bahan alami seperti pandan segar dan gula aren berkualitas semakin memperkaya rasa kue talam tersebut.

“Apalagi amparan tatak, ini favorit saya. Rasanya manis bercampur gurihnya santan, ditambah aroma pisang talas yang harum dan tekstur lembutnya benar-benar menggoda,” tambah Daniati.

Artikel Asli baca di antaranews.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x