src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Wali Kota Samarinda Akui Ada 9.032 Warganya Miskin Ekstrem

Wali Kota Samarinda Akui Ada 9.032 Warganya Miskin Ekstrem

2 minutes reading
Saturday, 14 Jan 2023 09:59 500 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengakui, sebanyak 9.032 warganya masuk dalam kategori miskin ekstrem.

“Ya, data dari Kementerian Sosial ada sekitar 9.032 masyarakat miskin ekstrem di Samarinda,” ujarnya pada Headlinekaltim.co, Jumat 13 Januari 2023.

Mantan Legislator Karang Paci ini juga mengakui bahwa mayoritas masyarakat miskin ekstrem berada di Kecamatan Samarinda Utara.

“Ada di wilayah Samarinda Utara. Sebabnya rata-rata pemukiman, sanitasi, termasuk air bersih dan geografis, akses infrastruktur, ” katanya.

Wali Kota Andi Harun mengatakan, saat ini pihaknya bersama OPD terkait tengah melakukan verifikasi dan validasi (Verval) di lapangan untuk mendata ulang masyarakat miskin ekstrim yang ada.

“Sekarang kita proses verval, sebab dari verifikasi data DTKH itu di dalamnya juga sudah ada masyarakat miskin ekstrem dan ternyata ada yang tidak valid. Misalnya, penerima bantuan langsung tunai ternyata ada yang harus keluar karena dia tidak masuk kategori miskin, ” terangnya.

Dia meyakini, pada tahun 2023 ini angka kemiskinan ekstrem di Samarinda akan mengalami penurunan.

“Pemkot Samarinda diberikan waktu sampai perubahan 2023,” katanya.

“Kita telah menurunkan instrumen pengurangan warga miskin ekstrem, sesuai amanat Presiden bahwa pada 2024 zero kemiskinan. Intervensi pemerintah kita lakukan, ” katanya lagi.

Andi Harun menegaskan bahwa dirinya telah meminta kepada seluruh OPD di lingkupnya untuk secara bersama-sama mengentaskan kemiskinan di Samarinda.

“Miskin ekstrem ini ada beberapa kategori. Contoh soal pemukiman rumah mereka yang belum ada air bersih, saya sudah minta kepada PDAM dan datanya ada di mereka untuk masuk ke sana. Juga soal warga yang tidak punya sanitasi dengan baik, itu tugas Dinas Perkim. Saya sudah bagi data tersebut sesuai tupoksi masing-masing agar mereka mengambil peran melalui instrumen tugas pokok masing-masing. Karena ini bukan hanya kerja Dinas Sosial saja, ” ujarnya.

“Jadi saya tegaskan, Pemkot dan kita semua yakin akan ada penurunan kemiskinan ekstrim di Samarinda. Kita tunggu saja hasilnya, karena semua sudah mulai bekerja, ” tegasnya.

Penulis : Ningsih

LAINNYA
x