src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Seno Aji (foto: Ningsih/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Menanggapi keluhan yang disampaikan Kanwil Kemenkumham Provinsi Kaltim terkait over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan dan Anak Tenggarong, Kutai Kartanegara, Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji segera berkomunikasi dengan Kanwil Kemenkumham Provinsi Kaltim untuk membantu mencari solusi atas masalah tersebut.
Hal itu disampaikan kepada headlinekaltim.co saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Politisi dari partai Gerindra ini mengatakan, secara struktural Lapas ini berada di bawah Kementerian Hukum dan HAM, sehingga yang paling berwenang untuk memberikan bantuan dari Kementerian tersebut.
“Harusnya mereka yang memberikan dana lebih untuk membangun Lapas. Tapi kita sedang mencoba berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim, apakah ada lahan kosong di Kukar, terutama di Tenggarong yang bisa digunakan,” ujarnya.
Kukar, khususnya di wilayah Tenggarong diakui Seno Aji punya keterbatasan lahan kosong. Sehingga juga diperlukan diskusi dengan Pemerintah Kabupaten Kukar, dimana merekalah yang memiliki wilayah.
“Di Kukar terutama Tenggarong memang terbatas, khususnya di daerah kota. Kalau memang ada, apakah nanti fungsinya bisa dihibahkan ke Pemkab atau secara penuh. Termasuk pembangunannya,” terang Seno Aji.
Diakui oleh salah satu pimpinan DPRD Kaltim dari Dapil Kukar ini, dirinya sendiri belum banyak mengetahui masalah over kapasitas yang dialami oleh Lapas Perempuan dan Anak Tenggarong itu.
Dirinya pun berjanji akan segera berkomunikasi dengan Kemenkumham Provinsi Kaltim untuk memperdalam persoalan-persoalan yang dihadapi Lapas tersebut.
“Saya belum terlalu banyak mengetahui tentang ini. Kita harus lebih memperdalam lagi atau kita menyediakan lahan, mereka yang membangun, atau sistemnya bagaimana, ini sedang kita diskusikan. Kita juga akan bertemu dengan Bupati setempat untuk mencari solusi masalah ini. Sehingga tingkat hunian Lapas turun dan bisa manusiawi,” pungkasnya. (Advetorial)
Penulis : Ningsih
Editor: Amin