src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Tumbal ke-41 di Kaltim, Bocah Berau Tewas di Kolam Bekas Galian Tambang

Tumbal ke-41 di Kaltim, Bocah Berau Tewas di Kolam Bekas Galian Tambang

2 minutes reading
Sunday, 9 Oct 2022 23:07 338 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Seorang bocah kelas 3 SD di Kabupaten Berau ditemukan tenggelam di kolam yang diduga tambang ilegal pada Minggu, 9 Oktober 2022.

Sebelumnya, korban dilaporkan menghilang sejak Sabtu, 8 Oktober 2022. Salah satu kerabat korban menjelaskan mereka memang bermain bersama.

Dikatakannya, mereka berdua kebetulan diajak oleh salah satu tetangganya yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Saya siang-siang sama yang lain ke sini,” ucapnya pada Minggu, 9 Oktober 2022.

Dia menyampaikan, bahwa korban memang tidak bisa berenang.

Orang tua korban belum bisa memberikan keterangan lantaran dihantam duka yang mendalam atas kepergian anaknya. Bahkan, sang Ibu meminta agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

Camat Teluk Bayur, Endang Iriyani menjelaskan, dirinya sudah bertemu keluarga korban.

Disampaikan, adanya dugaan kolam tersebut bekas kerukan aktivitas tambang. Dirinya akan menghubungi pihak yang harusnya bertanggung jawab untuk menutup lubang tersebut. Pasalnya kolam tersebut cukup dalam dan berbahaya.

“Itu memang harus ditutup karena lokasinya sepi, tidak ada orang berjaga dan warga meminta untuk ditutup segera agar tidak memakan korban lagi,” pungkasnya.

Jika benar bekas lubang tambang, maka ini adalah korban ke-41 di Kaltim yang sudah ditetapkan sebagai sebagai Ibu Kota Nusantara.

Berdasarkan laporan tahun 2021, 40 jiwa meninggal dunia akibat keberadaan lubang. Data 40 orang tersebut tercatat dalam laporan milik Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur. Terhitung sejak 2011 hingga 2021.

Berdasarkan data tersebut, Samarinda menjadi daerah terbanyak yang menyumbang kasus hilang nyawa di lubang bekas tambang. Dari 40 kasus yang ada, 23 di antaranya berasal dari ibu kota Provinsi Kaltim ini.

Selain Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar) juga turut melaporkan kasus. Lubang tambang di wilayah itu mencatat sebanyak 13 jiwa tewas di Kutai Barat. Sementara Penajam Paser Utara dan Paser masing-masing mencatat satu dan dua kasus.

Dari 40 korban sebelunnya, hampir seluruhnya merupakan remaja dan anak-anak. Hanya 7 orang yang tercatat sebagai orang dewasa.

Penulis: Riska

Disclaimer: Artikel ini sudah mengalami proses editing pada isi dan foto dengan mengacu pada aturan pedoman pemberitaan ramah anak dan UU Perlindungan Anak. Redaksi memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. 

LAINNYA
x