src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ketua DPD PAN Kota Samarinda Jasno. (ist) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Samarinda Jasno menegaskan Anies Baswedan dan Isran Noor hanya sebagai usulan nama Calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu tahun 2024 mendatang.
Dia menjelaskan bahwa hasil dari pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD partai PAN Kota Samarinda yang berlangsung pada Sabtu lalu telah mengusulkan 10 nama Capres atau Cawapres. Mereka masing-masing adalah :
1. Zulkifli Hasan
2. Erick Thohir
3. Isran Noor
4. Ganjar Pranowo
5. Anies Baswedan
6. Airlangga Hartarto
7. Ridwan Kamil
8. Suharso Monoarfa
9. Sandiaga Uno
10. Sutrisno Bachir
Dia menegaskan, nama Anies Baswedan memang menjadi salah satu yang diusulkan. Namun demikian, bukan berarti DPD Partai PAN Kota Samarinda telah menetapkan Anies Baswedan dan Isran Noor sebagai Capres.
“Kalau dari usulan itu kan Anies ke-5, artinya masih ada yang di atasnya, jadi bukan menjadi usulan yang utama. Tapi diberitakan kesannya atau lebih condong hanya berdua saja, Pak Anies dan Pak Isran. Padahal pak Anies usulan nama masih di bawah. Itukan usulan dari teman-teman cabang, artinya kita apresiasi,” tegasnya, saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh Headlinekaltim.co, Minggu 3 Juli 2022.
Sedangkan usulan nama Isran Noor menjadi Capres, kata Jasno, memang benar. Dikatakannya ada alasan hingga nama Isran Noor masuk dalam urutan ke 3.
“Yang pertama, Pak Zul (Zulkifli Hasan, red), kedua Pak Erick Thohir, nah, Pak Isran itu masuk urutan ke- 3, karena beliau ‘kan putra daerah. Siapa lagi yang memperjuangkan kalau bukan kita. Selain itu yang lain masih di bawah, seperti nama Pak Ganjar. Jadi, menurut hemat kita, selain pak Zul atau pak Erick Thohir, baru Pak Gubernur (Isran Noor, red). Itu ada urutannya. Jadi Pak Isran ini kita usulkan karena beliau putra daerah,” katanya.
Ditanya mengenai apakah DPD Partai PAN Kota Samarinda sebelumnya sudah melakukan komunikasi ke Isran Noor yang merupakan Ketua DPW Partai Nasdem Kaltim, dengan tegas Jasno mengatakan tidak pernah.
“Ini murni usulan karena beliau putra daerah. Sama dengan Jogyakarta yang mengusulkan Pak Sultan Hamengkubuwono untuk jadi Capres. Jadi, tidak ada. Kita juga tidak pernah komunikasi dengan Pak Isran dan Pak Isran juga tidak pernah melobi. Ini murni karena memang ada putra daerah yang mau kita usulkan di Rakernas,” terangnya.
Dari 10 nama yang diusulkan DPD Partai PAN Kota Samarinda, Jasno menyebut, merupakan Capres dan Cawapres.
“Presiden dan Wakil Presiden itu sudah jadi satu dari 10 usulan nama-nama itu. Karena memang kita diminta untuk mengusulkan 1 sampai 10 nama,” katanya.
Selanjutnya, 10 nama-nama Capres dan Cawapres tersebut akan disampaikan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PAN Kaltim untuk kemudian dijaring menjadi 6 usulan nama yang diteruskan ke DPP PAN.
“Nanti Rakerwil urutannya semakin jelas, dari 10 nama itu mungkin hanya 6 yang akan dikirim ke pusat. Nama-nama usulan dari 10 kabupaten/kota. Dari 6 itu, provinsi akan mengusulkan ke pusat, baik untuk Capres atau Cawapres, kemudian mengerucut dengan satu pasang nama,” bebernya.
Dihubungi terpisah, Ketua DPW PAN Kaltim Sigit Wibowo membenarkan bahwa DPD PAN Kota Samarinda telah mengusulkan nama-nama Capres atau Cawapres.
Dia pun membantah bahwa Anies Baswedan menjadi nama utama yang diusulkan. Urutan teratas, terang dia, adalah nama Zulkifli Hasan, Erick Thohir dan Isran Noor untuk nama Capres dan Cawapresnya.
“Bukan Anies Baswedan, intinya Erick Thohir Capresnya,” tegasnya melalui pesan WhatsApp, Minggu 3 Juli 2022.
Sigit Wibowo juga menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan kesepakatan ataupun pembicaraan dengan DPW Partai Nasdem Kaltim atau kepada Isran Noor terkait usulan nama orang nomor satu di Kaltim tersebut.
“Tidak ada,” tegasnya.
DPW PAN Kaltim juga belum memutuskan nama-nama Capres atau Cawapres yang akan diusulkan ke DPP Partai PAN. “Kalau PAN Kaltim belum Rakerwil, jadi belum ada keputusan,” imbuhnya.
Penulis: Ningsih