24.4 C
Samarinda
Saturday, June 25, 2022

Usai Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kaltim, Wagub Hadi Mulyadi Soroti Penyaluran CSR

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyoroti soal minimnya penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) oleh perusahaan tambang batu bara di Kaltim, yang berstatus Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

Tak hanya itu saja, mantan Legislator Senayan dan Karang Paci ini juga mengaku kecewa dengan tindakan perusahaan PKP2B yang menyalurkan dana CSR kepada sejumlah universitas yang ada di luar Kalimantan Timur.

Padahal kata Wagub Hadi Mulyadi, aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan PKP2B tersebut dilakukan di bumi Kalimantan Timur. Namun justru memberikan bantuan kepada daerah luar Kaltim.

“Sebuah perusahaan di Kaltim justru memberikan CSR ke UI sebesar Rp 50 miliar, kenapa tidak diberikan ke Kaltim? Inikan pertanyaan yang menggelitik. Masyarakat bertanya, kenapa diberikan ke sana. Kita tidak iri, tapi misalkan di sana diberi, masa di sini tidak. Rp 50 miliar diberikan ke UI, tapi kita tidak dapat fasilitas itu. Kita bertanya, berapa juta batu bara yang mereka ambil di sini, kenapa tidak diberikan bantuan ke Kaltim? Bukan menyalahkan, tapi ini dalam rangka keadilan,” ujar Wakil Gubernur Hadi Mulyadi pada awak media usai menghadiri rapat Paripurna DPRD Kaltim ke-13, Rabu 11 Mei 2022.

Dikatakannya, keluhan juga datang dari Rektor Universitas Mulawarman yang langsung menghubungi untuk mengkonfirmasi terkait penyaluran CSR tersebut ke universitas di luar Kaltim.

“Yang jelas, saya dapat kiriman dari Rektor Unmul. Karena Rektor pasti bertanya-tanya, kenapa tidak di Kaltim,” katanya.

Saat ditanya mengenai nama perusahaan yang disinggung itu adalah “PT BY”, Wagub Hadi Mulyadi walaupun enggan memastikan, namun dirinya menyebut bahwa banyak pemberitaan terkait perusahaan tersebut.

“Kalau berdasarkan media, iya itu benar. Sebenarnya ini hanya satu kasus. Karena kita sudah pelajari semua, hampir semua perusahaan PKP2B tidak serius memberikan CSR kepada Kaltim. Tapi ini yang nyata, di depan mata. Mudahan ada titik temu untuk mengkoreksi semua,” ujarnya.

Lebih detail, orang nomor dua di Bumi Etam ini merincikan, dana CSR yang diberikan kepada universitas di luar Kaltim nilainya mencapai Rp 200 miliar. Yakni, bantuan untuk ITB sebesar Rp 100 miliar, Rp 50 miliar untuk UGM dan Rp 50 miliar untuk UI.

“Unmul mana? KoKok tidak ada? Wajar saya sebagai masyarakat Kaltim menyuarakan itu dan wajar kita pertanyakan,” katanya.

Wagub Hadi Mulyadi mengatakan, akibat penyaluran CSR yang tidak tepat tersebut, akhirnya memunculkan kekecewaan masyarakat Kaltim.

“Yang kecewa bukan saya, tapi masyarakat Kaltim. Harusnya ada perhatian lebih serius ke Kaltim. Syukurnya Kaltim masih sabar, karena bisa saja ini didemo,” imbuhnya.

Penulis : Ningsih

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU