src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> TNI Gagalkan Penyelundupan 57 Pekerja Migran Ilegal di Perbatasan Nunukan

TNI Gagalkan Penyelundupan 57 Pekerja Migran Ilegal di Perbatasan Nunukan

2 minutes reading
Friday, 21 Feb 2025 13:45 311 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, BULUNGAN – Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonarmed 11 Kostrad berhasil menggagalkan penyelundupan 57 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ilegal yang hendak diberangkatkan ke Tawau, Malaysia. Operasi ini berlangsung pada Kamis (20/2) di pertigaan Kampung Bugis, Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan.

Keberhasilan ini berawal dari informasi yang diterima TNI mengenai pergerakan sebuah kapal kecil dari Nunukan menuju Sebatik yang diduga membawa CPMI ilegal. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Intelijen Bais TNI segera berkoordinasi dengan Pasiintel Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, Lettu Arm Haikal Ibnu Adnin Ashar, guna melakukan investigasi lebih lanjut.

“Kami langsung menginstruksikan personel di Pos Bambangan untuk melaksanakan pemeriksaan kendaraan yang melintas di titik-titik strategis yang telah ditentukan,” ujar Komandan Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra dalam keterangan resminya melalui penerangan Kodam VI/Mulawarman.

Hasil penyelidikan mengarah pada lima unit kendaraan yang dicurigai membawa pekerja migran ilegal. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan 57 orang yang hendak diselundupkan ke Malaysia. Dari jumlah tersebut, 42 di antaranya merupakan orang dewasa, sementara 15 lainnya adalah anak-anak.

Setelah proses pemeriksaan selesai, seluruh CPMI diserahkan kepada Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kabupaten Nunukan untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperketat pengawasan dan patroli di wilayah perbatasan guna mencegah praktik perdagangan manusia dan penyelundupan tenaga kerja ilegal.

“Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan perbatasan negara dan melindungi masyarakat dari upaya eksploitasi. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama solid antara TNI dan aparat terkait,” tegasnya.

Ia berharap, operasi ini dapat memberikan efek jera bagi para pelaku penyelundupan pekerja migran ilegal serta meningkatkan kesadaran masyarakat agar memilih jalur resmi dan legal saat bekerja di luar negeri. TNI pun mengimbau agar warga lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang tidak jelas legalitasnya demi menghindari risiko perdagangan manusia dan eksploitasi tenaga kerja.

Artikel Asli baca di antaranews.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x