src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Kampung Tabalar Muara Jalaluddin. (Riska)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Selama tiga tahun ini Kampung Tabalar Muara kekurangan tenaga medis. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kampung Tabalar Muara, Jalaluddin pada Kamis 17 Maret 2022.
Ia menyampaikan, saat ini tenaga medis yang ada di Tabalar Muara hanya satu bidan. Itupun lokasinya berada di darat, padahal ada sekitar 120 KK warganya yang tinggal di daerah muara dengan jarak sangat jauh.
“Untuk mencapai ke daerah muara hanya bisa menggunakan perahu dengan waktu tempuh hingga 45 menit,” jelasnya.
Menurutnya, akibat tidak tersedia tenaga medis, warganya harus menempuh jarak 13 kilometer ke kampung sebelah seperti Kampung Harapan Maju dan Biatan untuk menikmati layanan kesehatan.
Jika cuaca sedang cerah, warga baru bisa menuju Puskesmas Tubaan. Akses jalan sangat sulit dilalui jika musim penghujan.
“Selama tiga tahun terakhir ini memang ada tetapi jarang aktif, boleh dikatakan itu tidak ada. jadi warga kami khususnya yang di pesisir atau muara kalang kabut apabila ada keluarganya yang sakit, apalagi darurat,” ucapnya.
Ia melanjutkan, pada tahun 2016 di Kampung Tabalar Muara telah dibangun Puskesmas pembantu. Namun, hingga kini belum ada tenaga medisnya.
Dirinya berharap agar segera ditempatkan tenaga medis di Tabalar Muara untuk melayani warganya yang berjumlah sekitar 800 jiwa.
“Mudah-mudahan bisa didatangkan tenaga kesehatan di kampung kami,” pungkasnya.
Dijelaskan Sekretaris Dinas Kesehatan Berau, Halijah Yasin, pihaknya mendapatkan edaran dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi juga diikuti surat edaran dari Bupati yang menyatakan sejak tahun 2021 sudah tidak diperbolehkan mengangkat Pegawai Tidak Tetap (PTT).
Namun, ada arahan Sekretaris Daerah (Sekda) bahwa untuk tenaga medis kemungkinan masih bisa diprioritaskan dan mendapatkan persetujuan untuk penambahan pegawai.
“Kita upayakan mudah-mudahan di tahun ini tidak ada re-focusing lagi sehingga anggaran bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, sarana dan prasarana,” bebernya.
Dirinya menjelaskan, untuk kebutuhan tenaga kesehatan di setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) berbeda-beda tergantung jenis fasilitas layanan. Apakah Puskesmas rawat inap atau rawat jalan.
“Kemarin kami sudah merekap untuk masing-masing kecamatan analisa kebutuhan dari setiap Puskesmas sudah ada, dari data tersebut diketahui tenaga yang masih dibutuhkan kurang lebih mencapai 100 tenaga kesehatan untuk ditempatkan di kampung-kampung karena sudah terbantu dengan pengangkatan PNS di tahun 2022 ini,” ujarnya.
Penulis: Riska
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim