34 C
Samarinda
Friday, September 24, 2021

Tembus 8.210 Kasus Corona di Kaltim, Kutai Kartanegara Tertinggi

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi kabupaten paling tinggi dalam penambahan kasus baru COVID-19 hari ini, Minggu 27 September 2020 sebanyak 57 kasus.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Kaltim, Andi M Ishak menjelaskan total penambahan hari ini ada 140 kasus baru. Sehingga total kasus Corona di Kaltim mencapai 8.210 kasus.

“Penambahan pasien terkonfirmasi 140 kasus berasal dari Berau 2 kasus, Kutai Barat 1 kasus, Kukar 57 kasus, Kutai Timur 16 kasus, Mahakam Ulu 1 kasus, Paser 2 kasus, PPU 1 kasus, Bontang 4 kasus dan Samarinda 56 kasus,” kata Andi.Tembus 8.210 Kasus Corona di Kaltim, Kutai Kartanegara Tertinggi

Sementara itu, penambahan kasus terkonfirmasi COVID-19 yang dilaporkan meninggal hari ini sebanyak 3 kasus. Sehingga total kasus meninggal di Kaltim sebanyak 299 kasus.

“Kasus meninggal hari ini dilaporkan yaitu Kutai Kartanegara 1 kasus, KKR 973 wanita 64 tahun merupakan kasus terkonfirmasi COVID-19 pada 22 September 2020 dengan gejala infeksi saluran pernafasan akut,” kata Andi.

Kemudian, kasus meninggal lainnya yaitu Kutai Timur 1 kasus, KTM 397 wanita 56 tahun dengan gejala infeksi saluran pernafasan akut dengan komorbid penyakit jantung kronis.

“Dan Samarinda 1 kasus meninggal, SMD 2381 wanita 55 tahun merupakan kasus dengan gejala infeksi saluran pernafasan akut,” ujar Andi.

Adapun, kasus sembuh COVID-19 di Kaltim hari ini bertambah 144 kasus. Sehingga total 5.322 kasus sembuh.

Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda menjelaskan hari ini pasien yang dirawat dengan COVID-19 di seluruh rumah sakit di Samarinda termasuk RS Karantina berjumlah 176 orang dan ada pasien isolasi mandiri 560 orang,” jelas Ismed.

Saat ini, di Kota Samarinda terdapat 9 klaster penularan virus corona yaitu klaster RS AWS 2 kasus, klaster Bukopin 2 kasus, klaster Pemprov 4 kasus, klaster RS Atma Husada 6 kasus, klaster SMD 1273 sebanyak 3 kasus, klaster SMD 1281 sebanyak 4 kasus, klaster SMD 1624 sebanyak 4 kasus, klaster Trakindo 2 kasus dan klaster UPT Kemkes 3 kasus.

Sedangkan, klaster keluarga di Samarinda berjumlah 52 dan non klaster berjumlah 706 orang.

Penulis : Amin

Komentar

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

Komentar