src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. (Foto: Ist)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Krisis listrik di Kampung Teluk Sumbang kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, secara terbuka mendesak Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar tidak menunggu persoalan lama selesai baru mulai bekerja.
Menurutnya, kondisi kelistrikan di Teluk Sumbang sudah sangat memprihatinkan. Ia bahkan mengibaratkannya seperti “stadium tiga”. Pemadaman disebut terjadi hampir setiap hari dengan waktu nyala normal hanya sekitar delapan jam.
“Kalau memang mau serius memperbaiki, jangan tunggu sampai fasilitas lama dicabut dulu baru bergerak. Siapkan dari sekarang rencana kerja dan jaringan menuju ke kampung. Begitu dicabut, tinggal dinyalakan,” tegasnya.
Ia menilai pola kerja yang menunggu tanpa persiapan justru akan membuat masyarakat semakin lama menderita. Kekhawatiran terbesar, kata dia, adalah ketika pencabutan pembangkit lama sudah dilakukan, tetapi jaringan dan sistem pengganti belum siap.
“Kasihan masyarakat kalau harus menunggu lagi. Jangan sampai ini jadi syarat atau alasan, ‘kalau belum dicabut kami tidak bisa kerja’. Jangan begitu,” ujarnya.
Subroto juga menyinggung pernyataan kepala kampung yang memperkirakan dalam waktu sekitar satu tahun ke depan, fasilitas yang ada saat ini kemungkinan besar sudah tidak lagi beroperasi. Artinya, PLN memiliki waktu untuk melakukan perencanaan dan menyiapkan infrastruktur jaringan sejak sekarang.
Ia menegaskan, listrik bukan sekadar soal penerangan, melainkan kebutuhan dasar yang berdampak pada pendidikan, kesehatan, roda ekonomi warga, hingga pariwisata. Karena itu, ia meminta PLN memberi perhatian khusus terhadap kondisi di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian.
“Jangan tunggu masalah selesai dulu baru bergerak. Siapkan dari sekarang,” pungkasnya. (Adv25/Riska)