src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Studi Ungkap Vitamin D3 Berpotensi Turunkan Risiko Serangan Jantung

Studi Ungkap Vitamin D3 Berpotensi Turunkan Risiko Serangan Jantung

waktu baca 3 menit
Selasa, 18 Nov 2025 13:40 105 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Vitamin D selama ini dikenal penting untuk menjaga daya tahan tubuh, kesehatan tulang dan gigi, serta fungsi otot. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkap manfaat lain yang jarang diketahui: vitamin D3 diduga mampu menurunkan risiko serangan jantung berulang pada pasien yang pernah mengalaminya.

Riset yang dilakukan Intermountain Health Salt Lake City tersebut memantau kadar vitamin D dalam darah ratusan peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D3 yang ditargetkan dapat mengurangi peluang serangan jantung lanjutan hingga separuhnya.

Dilansir dari CNN Indonesia, studi ini melibatkan sekitar 630 peserta laki-laki dengan usia rata-rata 63 tahun. Seluruh peserta diketahui pernah mengalami serangan jantung satu bulan sebelum penelitian dimulai. Para peneliti kemudian memonitor kadar vitamin D sambil menyesuaikan dosis untuk mempertahankan kadar optimal.

Sebanyak 87 persen peserta memiliki kadar vitamin D rendah saat pendaftaran. Target kadar vitamin D ditetapkan pada angka 40 nanogram/mililiter (ng/ml), sementara rata-rata kadar awal peserta baru mencapai 27 ng/ml. Karena itu, dosis awal vitamin D3 sebesar 5.000 UI diberikan kepada hampir 60 persen peserta.

Kadar vitamin D dipantau secara berkala, dan jika menurun, peserta kembali menerima suplementasi tambahan.

Selama masa pemantauan, peneliti mencatat kejadian kardiovaskular utama yang meliputi kematian, serangan jantung, rawat inap akibat gagal jantung, dan stroke.

Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok uji dan kelompok kontrol dalam total kejadian jantung. Namun, kelompok yang menerima vitamin D3 yang ditargetkan mengalami jumlah serangan jantung berulang hanya setengah dari kelompok kontrol—3,8 persen dibanding 7,9 persen.

Temuan ini menandakan bahwa meski tidak memengaruhi seluruh faktor risiko kardiovaskular, vitamin D3 berpotensi kuat menekan risiko serangan jantung lanjutan.

Studi tersebut telah dipresentasikan dalam sesi pertemuan American Heart Association 2025, namun masih menunggu publikasi di jurnal ilmiah terverifikasi.

Dokter spesialis jantung intervensi dan Direktur Medis Program Jantung di Memorial Care Saddleback Medical Center, Cheng-Han Chen, MD, menilai hasil penelitian ini menjanjikan. Ia menilai studi berukuran lebih besar dapat menghasilkan bukti yang lebih kuat.

Meski tidak terlibat dalam riset, Chen menegaskan bahwa vitamin D3 memiliki sejumlah manfaat kardiovaskular lain, seperti membantu mengurangi peradangan dan menurunkan tekanan darah.

Vitamin D3 atau kolekalsiferol diproduksi tubuh saat kulit terpapar sinar matahari. Vitamin ini juga bisa diperoleh dari makanan hewani seperti ikan berlemak (salmon, tuna, makarel), kuning telur, dan hati sapi.

Menurut Verywell Health, vitamin D3 tidak hanya penting untuk kesehatan tulang, tetapi juga berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperbaiki suasana hati, serta mendukung fungsi otot. Suplemen vitamin D3 pun banyak dikonsumsi untuk menjaga kesehatan kulit, kesejahteraan mental, dan manfaat lainnya.

Penelitian terbaru, termasuk temuan dari Intermountain Health, ikut menguatkan potensi vitamin D dalam menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan berbagai penyakit kardiovaskular.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x