22.7 C
Samarinda
Minggu, April 18, 2021

IRT 32 Tahun Ditemukan Tewas di Pantai Saloloang PPU 

HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Malang menimpa seorang ibu rumah tangga (IRT) berusia sekitar 32 tahun warga Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Selasa 2 Maret 2021, pukul 15.00 Wita, ia ditemukan tak bernyawa di bibir pantai terletak di RT. 01, Kelurahan Saloloang, Kecamatan Penajam.

Saat dikonfirmasi ke Lurah Saloloang, Heru susanto mengatakan jika korban bukan warganya, apalagi dirinya tidak menerima laporan ada warga hilang. Setelah mendapatkan informasi temuan mayat tersebut dirinya langsung melaporkan kejadian kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta BPBD.

“Penemuan mayat perempuan berbaju oranye bercelana hitam tersebut bukan warga kami. Saya dan warga lain tidak menyetuh mayat tersebut, waktu pertama kali ditemukan. Saya melihat sepertinya korban baru saja meninggal dunia,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolres PPU AKBP Hendrik Hermawan melalui Kasat Reskrim IPTU Dian mengatakan jika korban di temukan pertama kali oleh warga sekitar.

“Korban ditemukan oleh beberapa orang warga setempat sudah tak bernyawa dengan posisi terletang dan mengapung di bibir pesisir pantai. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Kelurahan Seloloang dilanjutkan laporan ke Polres PPU dan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD),” ujar Kapolres PPU, AKBP Hendrik Hermawan melalui Kasat Reskrim, Iptu Dian Kusnawan Rabu 3 Maret 2021 saat ditemui.

Setelah menerima laporan tersebut, lanjutnya, Satreskrim bersama perwakilan Koramil Penajam, Pol Air Polres PPU, BPBD dan kelurahan setempat langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat perempuan tersebut.

Dari hasil olah TKP dan keterangan dari pihak keluarga, jelasnya, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi. Sehingga diduga saat berenang atau mandi-mandi di laut itu, penyakitnya kambuh dan menyebabkan korban kehilangan nyawa.

“Dari keterangan keluarga korban menderita penyakit epilepsi atau ayan,” tuturnya.

IPTU Dian menambahkan, dari hasil pemeriksaan dan Identifikasi awal unit Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Satreskrim Polres PPU, tidak ditemukan tanda-tandanya ada kekerasan di tubuh korban, tetapi pihaknya tetap menunggu hasil visum yang dikeluarkan Rumah Sakit di PPU.

Lebih lanjut IPTU Dian mengatakan, jasad korban tersebut telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) PPU dan dilakukan visum, guna mengetahui penyebab meninggalnya korban.

“Kita menunggu hasil visum dari RSUD RAPB PPU, jika sudah ada kami akan sampaikan hasil dari visum tersebut nanti kepada teman-teman media,” sebutnya.

Berdasarkan kesaksian beberapa orang yang pertama kali menemukan korban,terang IPTU Dian, sekitar pukul 14.00 Wita korban terlihat di pinggir pantai dekat dengan tiang pemasang jaring ikan atau rengge milik warga. Korban terlihat seperti akan berenang. Selain itu lokasi kejadian juga dalam keadaan sepi. Tetapi sekira pukul 15.00 Wita jasad korban sudah mengambang di air.

“Jika sekitar pukul 14.00 masih hidup dan pukul 15.00 ditemukan meninggal maka kemungkinan besar korban baru saja meninggal dunia. Apalagi posisi jasad ditemukan persis ketika saksi melihat korban,” pungkasnya.

Penulis: Teguh

Editor: Amin

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar