src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari. (Foto: Ist)
HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – DPRD Berau mendorong ketahanan pangan di Kabupaten Berau. Selama ini, suplai bahan pokok dan pangan masih bergantung pada daerah lain seperti Sulawesi dan Surabaya.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari menyampaikan, kondisi inflasi daerah salah satunya masih dipicu dengan perubahan harga bahan pokok. Adapun komoditas yang sering dikeluhkan masyarakat yakni beras, ayam, dan telur.
Menurutnya, Berau masih ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar wilayah. “Jadi ketika ada kenaikan harga di sana, di sini (Berau) otomatis ikut naik,” ungkapnya.
Dirinya menilai konsumsi bahan pokok di Berau semakin meningkat. Hal ini dibarengi dengan bertambahnya dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang aktif di sejumlah sekolah.
“Dengan beroperasinya dapur tersebut, maka penggunaan beras, ayam, dan telur juga meningkat signifikan,” ujarnya.
Untuk itu, Pemerintah Daerah harus memikirkan ketahanan pangan di Kabupaten Berau. Produksi pangan Berau masih jauh dari memadai. Menurutnya, bahan pokok seperti beras saja, kontribusi lokal hanya beberapa persen dari total kebutuhan.
“Artinya, kita belum mampu berdiri sendiri dan ini juga terjadi pada komoditas lain. Sehingga terpaksa mendatangkan pasokan dari daerah lain,” ucapnya.
Politikus Partai Golkar ini mengatakan, langkah menuju kemandirian pangan bukan hanya sekadar program, tetapi kebutuhan daerah untuk melindungi masyarakat dari risiko inflasi yang berulang.
“Berau harus mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Mulai dari bahan pokok seperti beras, telur, ayam hingga pangan lainnya.” Pungkasnya. (Adv52/Riska)