src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Teks: Launching Digitalisasi Sistem Pemantauan Transaksi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas Jasa Perhotelan, Makanan, Minuman, serta Kesenian dan Hiburan. (Foto/Ist)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan realisasi pungutan pajak daerah di Berau belum berjalan secara optimal. Jadi, kesadaran masyarakat untuk menjadi wajib pajak yang taat perlu ditingkatkan.
Hal ini disampaikannya saat pelucura Digitalisasi Sistem Pemantauan Transaksi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas Jasa Perhotelan, Makanan, Minuman, serta Kesenian dan Hiburan. Kegiatan tersebut digelar pada Rabu, 5 November 2025 di Hotel Bumi Segah.
“Sebagai masyarakat dan pelaku usaha, kita harus bersama-sama menyadari pentingnya kewajiban membayar pajak,” tuturnya.
Secara umum Pendapatan Asli Daerah (PAD) Berau mengalami peningkatan. Pada tahun 2023 sekitar Rp259 miliar dan tahun 2024 sekitar Rp303 miliar. Meskipun begitu, masih banyak sektor yang dapat dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan PAD Kabupaten Berau. Jika dilihat dari sisi kunjungan wisatawan, terjadi peningkatan yang cukup signifikan. “Mudah-mudahan peningkatan ini bisa terus berlanjut ke depannya,” ucapnya.
Saat ini, pajak menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung pembangunan. Menurutnya, membangun daerah tidak bisa dilakukan secara instan, semuanya membutuhkan proses dan waktu.
Selain itu, Sri mengaku bahagia melihat geliat dunia usaha di Berau terus tumbuh dan tingkat belanja masyarakat juga cukup tinggi.
“Hal ini menunjukkan daya beli yang kuat.Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan dan transparansi agar pajak yang dibayarkan benar-benar tercatat dan disalurkan dengan baik,” bebernya.
Sri berharap dukungan dari berbagai pihak khususnya dari perhimpunan hotel dan pelaku usaha lainnya, agar sistem digitalisasi pajak yang diluncurkan hari ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Bapenda juga perlu terus memantau agar kesadaran pajak di masyarakat semakin meningkat.
“Dukungan terhadap sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM di Bumi Batiwakkal harus terus diperkuat,” pungkasnya. (Riska)